Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kerja Sama Indo-Korsel Perkuat SDM Teknologi Manufaktur

Indonesia dan Korea Selatan mulai persiapan pengembangan kompetensi SDM di bidang Ppuri Technology melalui dukungan hibah senilai USD 10,64 juta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 07.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Kerja Sama Indo-Korsel Perkuat SDM Teknologi Manufaktur📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perindustrian tengah mempersiapkan pelaksanaan proyek pengembangan sumber daya manusia di bidang Ppuri Technology melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan. Program ini dikelola oleh The Korea-Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITC) dan didukung oleh hibah dari pemerintah Korea sebesar KRW 14,69 miliar atau setara USD 10,64 juta. Hibah tersebut dikelola oleh Korea Institute for Advancement of Technology (KIAT) dan dilaksanakan oleh konsorsium yang dipimpin oleh Korea Institute of Industrial Technology (KITECH) serta melibatkan Korea National Ppuri Industry Center (KPIC) sebagai mitra pelaksana dari pihak Korea.

Proyek ini dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja Indonesia dalam penguasaan teknologi manufaktur modern, khususnya di sektor Ppuri Technology yang menjadi fondasi industri berbasis teknologi tinggi. Penguatan kompetensi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing industri nasional, dengan fokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, serta kesiapan SDM menghadapi transformasi digital dan industri 4.0. Menteri Perindustrian menegaskan bahwa kerja sama internasional harus menghasilkan manfaat nyata bagi pengembangan industri dalam negeri.

Dalam tahap persiapan, Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) telah berkoordinasi intensif dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) sebagai pelaksana teknis. Proses ini mencakup penyelesaian perjanjian hibah, penentuan lokasi pelaksanaan, serta komunikasi rutin dengan mitra Korea. Direktur KITC, Ji Hyun Sung, menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan hanya terbatas pada transfer teknologi, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan dan pengalaman untuk memperkuat kapasitas institusional kedua negara.

Pihak KITC juga menyampaikan minat untuk memperluas kerja sama ke sektor strategis lainnya, termasuk industri hijau, transisi energi, kendaraan listrik, dan teknologi baterai. Upaya ini sejalan dengan prioritas pengembangan industri Indonesia yang berkelanjutan dan berbasis inovasi. Dengan kolaborasi ini, diharapkan Indonesia dapat membangun SDM industri yang unggul, mampu menguasai teknologi dasar, serta beradaptasi cepat terhadap perkembangan teknologi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya