Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Era Graharealty Siap Go Private, Delisting ke BEI Tahun Depan

Emiten properti IPAC akan melakukan delisting setelah mendapat persetujuan pemegang saham, dengan penawaran sukarela sebesar Rp250 per saham untuk saham publik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 7x dibuka
Era Graharealty Siap Go Private, Delisting ke BEI Tahun Depan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Era Graharealty Tbk. (IPAC) resmi mengumumkan rencana keluar dari pasar modal dengan mempersiapkan penghapusan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini merupakan bagian dari transformasi strategis perusahaan yang menekankan kemandirian pendanaan dan efisiensi operasional tanpa ketergantungan pada pasar modal. Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap arah bisnis jangka panjang, termasuk optimalisasi aset dan struktur kepemilikan saham.

Proses delisting akan dimulai dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026. Dalam keterbukaan informasi, direksi perusahaan menyatakan bahwa IPAC tidak lagi membutuhkan pendanaan melalui pasar modal dan tidak memiliki rencana untuk melakukan penggalangan dana di masa depan. Tujuan utamanya adalah mempercepat pengambilan keputusan bisnis, mengurangi biaya administrasi, serta memperkuat fleksibilitas dalam pengembangan strategi perusahaan sebagai entitas tertutup.

Sebagai bagian dari mekanisme delisting, APAC Investment 2 Pte. Ltd., pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 860,56 juta saham (90,60%), akan melaksanakan Voluntary Tender Offer (VTO) terhadap saham milik pemegang publik. Jumlah saham yang ditawar maksimal 89,31 juta lembar, setara 9,40% dari total saham beredar. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp250 per saham, lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi harian selama 90 hari sebelum pengumuman, yaitu Rp173 per saham. Nilai total yang dibutuhkan untuk VTO mencapai Rp22,33 miliar.

Setelah persetujuan RUPSLB, proses VTO dijadwalkan berlangsung dari 21 Desember 2026 hingga 19 Januari 2027, dengan pembayaran hasil penawaran paling lambat 26 Januari 2027. Setelah itu, proses persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM diharapkan tuntas pada 2 Februari 2027, disusul pencabutan efektif pendaftaran oleh Otoritas Jasa Keuangan pada 26 Februari 2027. Sementara itu, kinerja keuangan IPAC pada 2025 menunjukkan peningkatan pendapatan menjadi Rp58,50 miliar dari Rp44,70 miliar di 2024, dengan laba bersih mencapai Rp1,48 miliar, meski masih di bawah level 2023 yang mencapai Rp2,85 miliar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya