Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

UKM Indonesia Catat Kenaikan Omzet 64% di Semester I 2026

Sebanyak 64 persen pelaku UKM di seluruh Indonesia melaporkan kenaikan omzet pada semester pertama 2026, menunjukkan ketahanan dan adaptasi terhadap dinamika pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
UKM Indonesia Catat Kenaikan Omzet 64% di Semester I 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 64 persen dari total 1.269 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang disurvei mengungkapkan kenaikan omzet pada semester I 2026, mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 48 persen. Data ini dihimpun melalui survei Mandiri Business Survey yang dilakukan oleh Mandiri Institute, menunjukkan tren positif dalam kinerja sektor usaha mikro dan kecil di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.

Kinerja terbaik dicatat oleh sektor pertanian, di mana 74 persen pelaku usaha melaporkan pertumbuhan pendapatan. Diikuti oleh sektor transportasi dan logistik, serta konstruksi, masing-masing mencatatkan 68 persen pelaku yang mengalami kenaikan omzet. Sementara itu, sektor industri pengolahan juga mencatat angka serupa, menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak hanya terjadi di sektor ritel atau jasa konsumsi, tetapi juga pada sektor yang berkontribusi langsung terhadap rantai produksi dan distribusi.

Peningkatan ini dianggap sebagai bukti kapasitas adaptasi yang kuat dari pelaku UKM dalam menjaga kelangsungan usaha. Menurut perwakilan Mandiri Institute, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar dan kebutuhan konsumen menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja ekonomi di tengah ketidakpastian. Penguatan ekosistem usaha serta dukungan terhadap sektor produktif dinilai menjadi faktor penopang utama terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dengan prospek aktivitas ekonomi yang tetap stabil hingga akhir tahun, peluang pertumbuhan UKM diperkirakan tetap terbuka, terutama menjelang kuartal IV 2026. Peningkatan daya beli masyarakat, yang diprediksi akan meningkat pada periode tersebut, diharapkan menjadi pendorong tambahan bagi peningkatan volume penjualan. Kondisi ini memperkuat posisi UKM sebagai pilar utama dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi domestik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya