Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Dorong Ekspor UMKM

Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci memperkuat perdagangan internasional, terutama bagi UMKM, melalui kepercayaan, komitmen, dan penanganan hambatan perdagangan secara bersama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.24 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 56x dibuka
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Dorong Ekspor UMKM📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kerja sama erat antara pemerintah dan dunia usaha dinilai sebagai fondasi utama dalam memperkuat daya saing ekspor Indonesia, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Wakil Menteri Perdagangan menegaskan bahwa keberlanjutan perdagangan tidak hanya diukur dari volume transaksi, tetapi juga dari kepercayaan yang terbangun melalui konsistensi, kualitas produk, dan kepatuhan terhadap komitmen. Di tengah tantangan global, kepercayaan ini menjadi penopang utama ketahanan ekspor.

Dalam forum yang digelar sebagai bagian dari Trade Expo Indonesia ke-41 di BSD City, narasumber menekankan pentingnya membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan. Keberhasilan ekspor, menurutnya, lahir dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar, responsif terhadap dinamika global, serta kemampuan menjaga kualitas dan ketepatan waktu. Seminar ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah dan praktik industri.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan jaringan perwakilan perdagangan di luar negeri (perwadag) berperan sebagai fasilitator dalam memudahkan akses pasar internasional. Saat ini, terdapat 46 perwadag yang tersebar di 33 negara, termasuk atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), yang aktif melakukan riset pasar dan menjembatani pelaku usaha dengan pembeli global. Keterlibatan perwadag dalam acara bisnis seperti TEI dinilai strategis untuk mempercepat penjajakan kerja sama.

Dalam dua tahun terakhir, upaya pemerintah dalam menangani hambatan perdagangan berhasil mengamankan potensi penerimaan ekspor lebih dari Rp8 triliun. Penanganan mencakup 60 kasus, seperti antisubsidi, antidumping, dan hambatan teknis, yang menyerang sektor kertas, kaca, biodiesel, kimia hulu, serta baja nirkarat. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya pendekatan kooperatif dan responsif terhadap tantangan eksternal.

Tujuan utama forum ini adalah mempererat kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha guna menciptakan ekosistem ekspor yang stabil dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan peluang di TEI dan membangun jejaring melalui perwadag, pelaku usaha diharapkan mampu membuka akses pasar global secara lebih luas dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya