Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Komdigi Tunggu Koordinasi Sebelum Tanggapi Pemadaman Internet di Batam

Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan belum bisa mengambil kesimpulan soal gangguan internet di Batam akibat pemadaman listrik total yang berlangsung lebih dari 15 jam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Komdigi Tunggu Koordinasi Sebelum Tanggapi Pemadaman Internet di Batam📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemadaman listrik total yang terjadi di Batam dan Bintan sejak Senin (12/10) mengakibatkan gangguan akses internet yang berdampak pada aktivitas masyarakat. Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan pihaknya masih dalam tahap koordinasi lintas sektor untuk memahami penyebab dan dampak dari insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa belum ada kesimpulan yang dapat ditarik hingga tim dari kementerian dan lembaga terkait menyelesaikan peninjauan bersama.

Dalam kondisi tersebut, perusahaan telekomunikasi Telkomsel memastikan jaringannya tetap beroperasi meski listrik padam. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menjelaskan bahwa sistem cadangan berupa baterai dan genset tetap berfungsi secara optimal. Ia menyebut bahwa peralatan pendukung listrik cadangan sering menjadi sasaran pencurian, namun pada kasus Batam, semua perangkat tetap aman dan berfungsi sesuai rencana.

Pemadaman listrik berlangsung lebih dari 15 jam, mengganggu berbagai layanan penting seperti pasokan air bersih dan akses digital. Dampak ini diperparah dengan asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatra serta Kalimantan yang menyebar ke wilayah Kepulauan Riau. Warga terdampak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan menjalankan aktivitas sehari-hari selama masa pemadaman.

PT PLN Batam menyatakan bahwa pasokan listrik kepada pelanggan telah kembali pulih pada Selasa (13/10) pagi. Dugaan sementara menyebutkan penyebab pemadaman berasal dari hewan liar, khususnya monyet, yang masuk ke Gardu Induk Sungai Harapan. Gangguan tersebut diduga mengganggu sistem interkoneksi listrik antara Batam dan Bintan, yang terhubung melalui kabel bawah laut 150 KV sepanjang 17,9 kilometer.

Tim teknis PLN masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti dari pemadaman tersebut. Hingga saat ini, pihak berwenang menekankan pentingnya sinergi antarinstansi guna mencegah kejadian serupa di masa depan, terutama mengingat ketergantungan tinggi masyarakat terhadap infrastruktur kelistrikan dan digital.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya