Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kopilot Serang Pilot dengan Kapak, Pesawat Flydubai Terjun 5.200 Meter

Seorang kopilot warga Oman menyerang pilot pesawat Flydubai dengan kapak darurat, menyebabkan pesawat terjun bebas 5.200 meter sebelum berhasil dikuasai penumpang dan pilot cadangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 12.15 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kopilot Serang Pilot dengan Kapak, Pesawat Flydubai Terjun 5.200 Meter📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv mengalami insiden kritis dua setengah jam setelah lepas landas, ketika kopilot yang berstatus warga Oman melakukan serangan fisik terhadap pilot dengan kapak darurat yang tersimpan di kokpit. Karena kejadian tersebut, pesawat mengalami penurunan tajam hingga mencapai ketinggian sekitar 17.000 kaki (5.200 meter) sebelum stabil kembali. Dalam kondisi kritis, kapten asal India, Smit Machchhar, yang terluka parah, berhasil membuka pintu kokpit dari dalam meski tergeletak di lantai, memungkinkan penumpang untuk masuk dan mengambil alih kendali.

Penumpang yang terdiri dari empat warga Israel—termasuk pasangan Tali dan Zvika Manes, serta Yaniv Hayun, Shota Musayev, dan Asaf Rajuan—secara cepat merespons kegaduhan dari kokpit. Menurut Hayun, pelaku berusaha merusak instrumen penerbangan untuk menghambat kontrol pesawat. Setelah mengekang pelaku, mereka membantu menstabilkan pesawat hingga pilot cadangan dari maskapai lain dapat mengambil alih dan mendaratkan pesawat dengan aman di Arab Saudi.

Penyelidikan oleh jaksa agung Uni Emirat Arab menyatakan bahwa insiden tersebut diduga kuat sebagai aksi terorisme, dengan motif yang masih dalam proses penyelidikan. Jaksa Hamad Saif Al Shamsi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap latar belakang, motivasi, serta kemungkinan kaitan dengan kelompok radikal. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pelaku, yang diketahui bernama Hamam al-Hammami, sempat berteriak “Bunuh saya!” setelah ditangkap, menunjukkan niat bunuh diri dan kemungkinan besar ingin menjatuhkan pesawat.

Informasi dari media internasional menyebutkan bahwa al-Hammami pernah dikeluarkan dari pelatihan penerbangan di Oman Air karena kekhawatiran terhadap sikap radikalnya. Ia juga pernah tinggal di Australia antara 2015 hingga 2017 dengan visa pelajar yang kemudian dibatalkan pada 2019 karena tidak aktif dalam program studi. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan jarak jauh di Inggris dan lulus dengan gelar manajemen penerbangan pada 2023. Pihak Australia kini tengah menyelidiki keterkaitan pribadi dan keberadaan mantan kopilot tersebut dengan negara itu.

Kapten Machchhar, yang mengalami luka akibat serangan, dirawat di rumah sakit dan dinyatakan stabil. Ia menyatakan keyakinan untuk pulih penuh dan kembali beraktivitas normal. Kedutaan Besar India di UEA menyatakan bahwa pilot tersebut dalam kondisi sehat dan pulih dengan baik. Insiden ini dianggap sebagai peristiwa kritis yang berhasil dicegah oleh tindakan cepat awak dan penumpang, mencegah tragedi serius sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan bersama dalam menghadapi ancaman di udara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya