Ukraina Buka Ruang Diskusi Teknis Trilateral di UEA
Presiden Zelenskyy menyatakan kesiapan Kyiv mengikuti perundingan trilateral teknis yang diusulkan AS, dengan lokasi kemungkinan di Uni Emirat Arab sebelum akhir Oktober.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 12.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa pihaknya terbuka untuk menghadiri pertemuan trilateral tingkat teknis yang diusulkan oleh Amerika Serikat. Pertemuan tersebut, yang diproyeksikan berlangsung sebelum akhir Oktober, akan melibatkan tiga pihak: Washington, Kyiv, dan Moskow. Pemerintah Ukraina telah menyampaikan dukungan terhadap usulan ini setelah komunikasi intensif dengan pihak AS, yang kini menunggu respons dari Rusia.
Dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz, Zelenskyy menegaskan bahwa keberadaan di UEA atau negara netral lainnya bukan menjadi halangan, selama proses dialog tetap berjalan secara konstruktif. Ia menekankan bahwa kesediaan Kyiv untuk berdialog bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk komitmen terhadap solusi politik. “Kami telah menyampaikan secara resmi kepada AS bahwa kami siap berpartisipasi dalam pertemuan teknis, terlepas dari lokasi yang diusulkan,” ujarnya.
Zelenskyy juga menyoroti eskalasi serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil, termasuk jembatan di ibu kota yang diserang selama empat hari berturut-turut. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kebrutalan yang tak dapat dibiarkan, dan menegaskan bahwa Ukraina akan terus merespons setiap agresi. “Mereka menyerang jembatan. Apakah mereka pikir kami tidak akan bereaksi? Tidak mungkin,” tegasnya. Serangan sebelumnya juga menargetkan fasilitas logistik seperti Nova Poshta dan Ukrposhta, yang kemudian dibalas dengan serangan balik terhadap platform e-commerce Wildberries.
Ia menolak anggapan bahwa perang dapat berakhir hanya dengan permohonan diplomatik yang bersahabat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut Zelenskyy, pendekatan semacam itu tidak sesuai dengan realitas strategi Rusia yang justru terus memperbesar eskalasi. “Tidak akan berhasil hanya dengan meminta secara baik-baik. Ini adalah respons terhadap keinginan brutal Rusia untuk terus memperluas konflik,” katanya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Arrmanatha Nasir Dilantik Jadi Menlu RI, Pernah Bimbing Presiden PBB
Arrmanatha Nasir dilantik sebagai Menteri Luar Negeri RI dalam reshuffle kabinet, menggantikan Sugiono yang kini menjabat Menko PMK, dengan rekam jejak diplomatik internasional yang telah teruji.
5 Oktober 2026

Prabowo Beri Tanda Kehormatan ke Pejabat TNI dan Tokoh Negara
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan Bintang Mahaputera Adipurna dan Adipradana kepada tokoh dan pimpinan TNI dalam peringatan HUT ke-81 TNI di Cilangkap.
5 Oktober 2026

Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru dalam Peringatan HUT TNI ke-81
Presiden Prabowo Subianto resmikan enam Komando Daerah Militer baru serta 204 satuan TNI lainnya dalam perayaan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.
5 Oktober 2026

Mendagri Ajak Sopir Truk Rayakan Peluncuran Gentengisasi di Purwakarta
Menteri Dalam Negeri bersama Menteri Perumahan dan PKP meresmikan 500 ribu keping genteng asal Purwakarta dalam rangkaian Program Gentengisasi yang mendukung keamanan, kesejahteraan, dan ekonomi lokal.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Jadwal Comeback Idola Kpop Oktober 2026 Diumumkan
Senin, 5 Oktober 2026, 12.27 WITA

Charlie Higson Tolak Jack Lowden Jadi Penerus James Bond
Senin, 5 Oktober 2026, 12.26 WITA

Tiket Final ASEAN Cup 2026 di Jakarta Ludes Terjual
Senin, 5 Oktober 2026, 12.15 WITA

Charlotte Salawati, Tokoh Perempuan yang Dihapus dari Sejarah
Senin, 5 Oktober 2026, 12.15 WITA

Kopilot Serang Pilot dengan Kapak, Pesawat Flydubai Terjun 5.200 Meter
Senin, 5 Oktober 2026, 12.15 WITA

Murid SD Pemalang Meninggal Dunia Diduga Akibat Kekerasan Kakak Kelas
Senin, 5 Oktober 2026, 12.14 WITA

Influenza A Melonjak di Sulawesi Tenggara, Warga Keluhkan Gejala Berat
Senin, 5 Oktober 2026, 12.14 WITA

Pemerintah Jepang Protes Kematian Perempuan di Okinawa Akibat Anggota Marinir AS
Senin, 5 Oktober 2026, 12.08 WITA

