Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mendagri Ajak Sopir Truk Rayakan Peluncuran Gentengisasi di Purwakarta

Menteri Dalam Negeri bersama Menteri Perumahan dan PKP meresmikan 500 ribu keping genteng asal Purwakarta dalam rangkaian Program Gentengisasi yang mendukung keamanan, kesejahteraan, dan ekonomi lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 09.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Mendagri Ajak Sopir Truk Rayakan Peluncuran Gentengisasi di Purwakarta📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menggelar pertemuan hangat dengan para sopir truk pengangkut genteng di halaman Pasar Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung Jumat (2/10/2026) merupakan bagian dari peluncuran 500 ribu keping genteng tanah liat hasil produksi lokal, sebagai implementasi Program Gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Acara dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta sejumlah pejabat daerah dan pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Tito menekankan pentingnya memperhatikan kondisi fisik para pekerja, terutama sopir truk yang bertugas mengangkut material berat. “Mereka bekerja keras, sampai capek. Jadi, sebelum melanjutkan perjalanan, mari kita makan bersama terlebih dahulu,” ujarnya, menyoroti kepedulian terhadap tenaga kerja di sektor konstruksi. Makan siang yang disajikan berupa nasi liwet khas Purwakarta, disiapkan oleh ibu-ibu TP PKK Kecamatan Plered, dilengkapi berbagai lauk seperti ikan asin, ayam bakar, dan sambal tradisional.

Program Gentengisasi, kata Tito, tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hunian melalui atap genteng tanah liat yang lebih tahan panas dan hujan, tetapi juga memperkuat budaya lokal. Ia menegaskan bahwa genteng tanah liat merupakan produk khas Indonesia yang telah dikenal sejak zaman dahulu. “Ini bukan sekadar atap, tapi simbol kearifan lokal yang bisa menunjang kenyamanan dan keindahan rumah-rumah di desa,” tegasnya.

Dengan penggunaan genteng lokal, pemerintah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Tito menilai bahwa jika seluruh wilayah di Indonesia beralih ke genteng tanah liat, maka akan muncul peluang kerja baru dan menghidupkan sentra produksi seperti di Plered. Sebanyak 125 truk telah disiapkan untuk mendistribusikan 500 ribu keping genteng ke berbagai daerah, sebagai langkah awal dalam realisasi program yang berdampak pada keamanan struktural dan kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam acara ini Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang menyampaikan bahwa produksi genteng lokal telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi di wilayah tersebut. Ia menyambut baik inisiatif nasional yang memberi ruang bagi hasil produksi lokal untuk menjangkau pasar lebih luas. Hadir pula sejumlah tokoh dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat dan Purwakarta, serta pejabat terkait lainnya, menunjukkan komitmen lintas sektor dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya