DPR Minta Penyelidikan Kasus Kematian Siswa SD di Pemalang Transparan
Anggota DPR mendesak Polres Pemalang mengusut kasus kematian siswa SD secara transparan, menyusul aduan orang tua dan informasi terduga pelaku kabur ke luar kota.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 09.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Anggota Komisi III DPR mengimbau Polres Pemalang untuk mengelola kasus dugaan perundungan terhadap anak usia tujuh tahun, Muhammad Hasbi Al Aqib, dengan pendekatan yang terbuka dan akuntabel. Ia menekankan pentingnya kecepatan, kelengkapan, dan transparansi dalam proses penyelidikan guna mencegah munculnya spekulasi yang merugikan keadilan. Kasus ini menimpa siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan.
Dalam pernyataannya, legislator Fraksi PKB menyampaikan adanya laporan dari orang tua korban yang menyatakan kekhawatiran atas ketidaktransparanan informasi dari pihak sekolah. Ia juga mengungkap adanya dugaan intervensi dari pihak tertentu yang memiliki pengaruh, serta informasi bahwa terduga pelaku telah melarikan diri ke luar kota. Hal ini menambah kompleksitas kasus dan menuntut penanganan serius dari aparat penegak hukum.
Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan harus mampu menjawab secara rinci berbagai aspek kunci, termasuk waktu, lokasi, dan kronologi kejadian yang diduga melibatkan kekerasan fisik. Selain itu, perlu diketahui siapa saja yang mengetahui peristiwa tersebut, termasuk pihak internal sekolah, guru, maupun teman sekelas. Keterbukaan informasi menjadi kunci untuk memastikan keadilan bagi keluarga korban.
Pihak sekolah juga diminta bertanggung jawab penuh atas respons awal, termasuk penanganan darurat, komunikasi dengan orang tua, serta koordinasi dengan pihak berwenang jika terdapat indikasi kekerasan. Menurutnya, ketidakmampuan sekolah dalam memberikan informasi secara utuh dapat memperkeruh situasi dan menghambat proses hukum.
DPR berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini agar tidak berhenti pada tindakan administratif semata, melainkan menuntun proses hukum yang adil, berimbang, dan berbasis bukti. Tujuan akhirnya adalah memastikan bahwa keadilan bagi korban dan keluarganya dapat terwujud tanpa tekanan atau intervensi yang mengaburkan fakta.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Aksi Protes Pelajar Prancis Picu Kericuhan dan Penutupan Sekolah
Lebih dari 2.000 orang ditangkap dalam gelombang unjuk rasa pelajar dan mahasiswa yang meluas di Prancis, menyusul kericuhan dan penutupan sekitar 400 sekolah akibat demonstrasi berhari-hari.
6 Oktober 2026

Yaman Mulai Operasi Militer Skala Besar Hadapi Houthi
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional resmi meluncurkan operasi militer besar untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, menyusul lonjakan serangan dan perluasan front pertempuran.
6 Oktober 2026

Paman Gubernur Dilantik Jadi Sekretaris Dinas di Sumut
Benny Sinomba, paman Gubernur Sumut Bobby Nasution, resmi dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kependudukan serta Catatan Sipil Provinsi Sumut.
6 Oktober 2026

Golkar Ajukan PAW untuk Dua Anggota DPR ke KPU
DPP Golkar siap ajukan pergantian antar waktu terhadap Sarmuji dan Bamsoet ke KPU, dengan pengganti berdasarkan peringkat suara terbanyak dari daerah pemilihan masing-masing.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Mantan Agen Mata Uang Ilegal Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.22 WITA

FBI Tangkap Wanita Diduga Mata-Mata China yang Intai Keluarga Pemimpin Taiwan
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.14 WITA

MK Akan Baca Putusan Gugatan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.13 WITA

3 Kombes Pol Resmi Jadi Brigjen Pol Usai Promosi Kapolri
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.12 WITA

Kejagung Sita Pesawat Diduga Terkait Korupsi MBG, BNPB Bantah Kaitan
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.10 WITA

Polda Metro Jaya Periksa Kasus Penganiayaan Mahasiswa BEM UI di Tebet
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.09 WITA

Investasi AI Melampaui Era Rel dan Dotcom, Tapi Imbal Hasil Belum Jelas
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.09 WITA

KPK Perdalam Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Jalur Mandiri Unsoed
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.09 WITA

