Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Yaman Mulai Operasi Militer Skala Besar Hadapi Houthi

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional resmi meluncurkan operasi militer besar untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, menyusul lonjakan serangan dan perluasan front pertempuran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 09.17 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 14x dibuka
Yaman Mulai Operasi Militer Skala Besar Hadapi Houthi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad Al Alimi, mengumumkan secara resmi dimulainya operasi militer menyeluruh untuk memulihkan kendali pemerintah atas seluruh wilayah negara. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu (4/10), ia menekankan bahwa seluruh angkatan bersenjata, pasukan keamanan, dan formasi militer lainnya telah dipersiapkan untuk menjalankan rencana strategis yang telah disetujui, dengan tujuan akhir adalah pembebasan nasional dari dominasi kelompok Houthi.

Operasi ini dilatarbelakangi oleh serangkaian aksi militer intensif yang dilakukan dalam akhir pekan, di mana pasukan pemerintah melancarkan 257 serangan terhadap posisi, mobilitas, dan infrastruktur militer Houthi. Juru bicara pemerintah Yaman, Majed Abdullah Al Nazili, menyatakan bahwa operasi tersebut telah menewaskan setidaknya 700 anggota kelompok Houthi. Di sisi lain, koalisi pimpinan Saudi melaporkan telah melancarkan 97 operasi di wilayah Tor Al Baha dan poros Taiz, menggunakan berbagai alat tempur termasuk pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan penembak jitu.

Pihak Houthi merespons dengan menembakkan rudal balistik dan drone ke dua lokasi milik Saudi Aramco di Riyadh dan Khurais. Meski belum ada respons resmi dari Arab Saudi terhadap serangan tersebut, kejadian ini menunjukkan eskalasi baru dalam konflik regional. Analis keamanan dari London, Ibrahim Jalal, menilai bahwa langkah pemerintah Yaman menandai awal dari fase baru konflik, di mana upaya perdamaian dinilai gagal karena ketidakseimbangan kekuatan yang berlangsung selama enam tahun terakhir.

Konflik Yaman yang telah berlangsung sejak 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa, kembali memanas setelah gencatan senjata tahun 2022 berakhir pada Juli. Pada pertengahan September, Houthi berhasil merebut Mocha dan sejumlah pulau strategis di Selat Bab Al Mandeb—jalur maritim krusial bagi perdagangan minyak global—namun pasukan anti-Houthi kini berhasil menstabilkan garis depan. Operasi militer terkini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengembalikan otoritas negara secara penuh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya