Yaman Mulai Operasi Militer Skala Besar Hadapi Houthi
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional resmi meluncurkan operasi militer besar untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, menyusul lonjakan serangan dan perluasan front pertempuran.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 09.17 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 14x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad Al Alimi, mengumumkan secara resmi dimulainya operasi militer menyeluruh untuk memulihkan kendali pemerintah atas seluruh wilayah negara. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu (4/10), ia menekankan bahwa seluruh angkatan bersenjata, pasukan keamanan, dan formasi militer lainnya telah dipersiapkan untuk menjalankan rencana strategis yang telah disetujui, dengan tujuan akhir adalah pembebasan nasional dari dominasi kelompok Houthi.
Operasi ini dilatarbelakangi oleh serangkaian aksi militer intensif yang dilakukan dalam akhir pekan, di mana pasukan pemerintah melancarkan 257 serangan terhadap posisi, mobilitas, dan infrastruktur militer Houthi. Juru bicara pemerintah Yaman, Majed Abdullah Al Nazili, menyatakan bahwa operasi tersebut telah menewaskan setidaknya 700 anggota kelompok Houthi. Di sisi lain, koalisi pimpinan Saudi melaporkan telah melancarkan 97 operasi di wilayah Tor Al Baha dan poros Taiz, menggunakan berbagai alat tempur termasuk pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan penembak jitu.
Pihak Houthi merespons dengan menembakkan rudal balistik dan drone ke dua lokasi milik Saudi Aramco di Riyadh dan Khurais. Meski belum ada respons resmi dari Arab Saudi terhadap serangan tersebut, kejadian ini menunjukkan eskalasi baru dalam konflik regional. Analis keamanan dari London, Ibrahim Jalal, menilai bahwa langkah pemerintah Yaman menandai awal dari fase baru konflik, di mana upaya perdamaian dinilai gagal karena ketidakseimbangan kekuatan yang berlangsung selama enam tahun terakhir.
Konflik Yaman yang telah berlangsung sejak 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa, kembali memanas setelah gencatan senjata tahun 2022 berakhir pada Juli. Pada pertengahan September, Houthi berhasil merebut Mocha dan sejumlah pulau strategis di Selat Bab Al Mandeb—jalur maritim krusial bagi perdagangan minyak global—namun pasukan anti-Houthi kini berhasil menstabilkan garis depan. Operasi militer terkini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengembalikan otoritas negara secara penuh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Aksi Protes Pelajar Prancis Picu Kericuhan dan Penutupan Sekolah
Lebih dari 2.000 orang ditangkap dalam gelombang unjuk rasa pelajar dan mahasiswa yang meluas di Prancis, menyusul kericuhan dan penutupan sekitar 400 sekolah akibat demonstrasi berhari-hari.
6 Oktober 2026

DPR Minta Penyelidikan Kasus Kematian Siswa SD di Pemalang Transparan
Anggota DPR mendesak Polres Pemalang mengusut kasus kematian siswa SD secara transparan, menyusul aduan orang tua dan informasi terduga pelaku kabur ke luar kota.
6 Oktober 2026

Paman Gubernur Dilantik Jadi Sekretaris Dinas di Sumut
Benny Sinomba, paman Gubernur Sumut Bobby Nasution, resmi dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kependudukan serta Catatan Sipil Provinsi Sumut.
6 Oktober 2026

Golkar Ajukan PAW untuk Dua Anggota DPR ke KPU
DPP Golkar siap ajukan pergantian antar waktu terhadap Sarmuji dan Bamsoet ke KPU, dengan pengganti berdasarkan peringkat suara terbanyak dari daerah pemilihan masing-masing.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Mantan Agen Mata Uang Ilegal Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.22 WITA

FBI Tangkap Wanita Diduga Mata-Mata China yang Intai Keluarga Pemimpin Taiwan
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.14 WITA

MK Akan Baca Putusan Gugatan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.13 WITA

3 Kombes Pol Resmi Jadi Brigjen Pol Usai Promosi Kapolri
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.12 WITA

Kejagung Sita Pesawat Diduga Terkait Korupsi MBG, BNPB Bantah Kaitan
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.10 WITA

Polda Metro Jaya Periksa Kasus Penganiayaan Mahasiswa BEM UI di Tebet
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.09 WITA

Investasi AI Melampaui Era Rel dan Dotcom, Tapi Imbal Hasil Belum Jelas
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.09 WITA

KPK Perdalam Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Jalur Mandiri Unsoed
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.09 WITA

