Investasi AI Melampaui Era Rel dan Dotcom, Tapi Imbal Hasil Belum Jelas
Belanja global untuk infrastruktur kecerdasan buatan kini melebihi masa kejayaan perkeretaapian dan internet, namun hasil finansial belum terbukti secara historis.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 09.09 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 10x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pengeluaran dunia untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan kini mencapai level yang menyalip masa puncak pembangunan jaringan rel kereta api maupun gelombang dotcom. Angka tersebut mencerminkan komitmen besar dari sektor swasta dan publik terhadap transformasi digital berbasis AI, meskipun belum ada bukti konkret bahwa investasi sebesar itu akan menghasilkan imbal balik yang sebanding dalam jangka pendek.
Berdasarkan analisis yang menggabungkan data ekonomi dan proyeksi pasar, total belanja modal untuk pusat data global diperkirakan mencapai USD31,6 triliun pada tahun 2050. Angka ini berada dalam rentang antara USD22 triliun hingga hampir USD50 triliun, tergantung pada kecepatan adopsi teknologi, dan jauh melampaui belanja pada dua periode transformasi besar sebelumnya, setelah disesuaikan dengan inflasi.
David Crawford, Ketua Praktik Teknologi Global di Bain & Company, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur AI sedang berlangsung dengan kecepatan yang melebihi pertumbuhan permintaan aktual. Ia memperingatkan bahwa untuk menjaga kelangsungan pendanaan, dunia perlu menambahkan sekitar satu persen dari pertumbuhan PDB global tiap tahun, yang menjadi tantangan besar bagi ekonomi global.
Meski proyeksi dari Oxford Economics menunjukkan potensi besar, keberhasilan finansial dari AI masih bergantung pada kemampuan industri untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan keuntungan nyata. Hingga kini, belum ada bukti historis yang menunjukkan bahwa investasi sebesar itu secara konsisten menghasilkan imbal balik yang sesuai dengan risiko dan skala yang ditanggung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Telkom Lepas Aset Infrastruktur Rp85,7 T ke InfraNexia
Telkom resmi memisahkan aset infrastruktur senilai Rp85,7 triliun ke anak usaha baru, InfraNexia, untuk memperluas akses dan kolaborasi digital nasional.
5 Oktober 2026

Proyek Pusat Data AI di Purwakarta Ditangguhkan karena Proses Izin Belum Lengkap
Proyek AI Campus 2 bernilai Rp3,5 triliun di Jatiluhur, Purwakarta, ditangguhkan sementara karena izin mendirikan bangunan dan AMDAL belum tuntas, meski telah melalui ground breaking.
5 Oktober 2026

Impor BBM Tanpa Tender, Pemerintah Jaga Stok Nasional
Pemerintah menghentikan lelang impor BBM karena kehilangan 25% pasokan minyak akibat ketegangan di Timur Tengah, dengan langkah baru berupa pengadaan langsung dari negara produsen.
5 Oktober 2026

Pemerintah Jawa Barat Hentikan Sementara Pembangunan Pusat Data di Jatiluhur
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara proyek pusat data BDx di Waduk Jatiluhur karena belum selesainya proses amdal dan izin pembangunan.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Mantan Agen Mata Uang Ilegal Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.22 WITA
Aksi Protes Pelajar Prancis Picu Kericuhan dan Penutupan Sekolah
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.20 WITA

Yaman Mulai Operasi Militer Skala Besar Hadapi Houthi
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.17 WITA

FBI Tangkap Wanita Diduga Mata-Mata China yang Intai Keluarga Pemimpin Taiwan
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.14 WITA

MK Akan Baca Putusan Gugatan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.13 WITA

3 Kombes Pol Resmi Jadi Brigjen Pol Usai Promosi Kapolri
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.12 WITA

DPR Minta Penyelidikan Kasus Kematian Siswa SD di Pemalang Transparan
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.12 WITA

Kejagung Sita Pesawat Diduga Terkait Korupsi MBG, BNPB Bantah Kaitan
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.10 WITA

