Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertumbuhan Piutang Pembiayaan Terbatas, Risiko Kredit Pindar Meningkat

Pertumbuhan piutang pembiayaan sepanjang Agustus 2026 tercatat 1,68%, didorong pembiayaan modal kerja, sementara risiko kredit macet di sektor pinjaman daring terus meningkat, didominasi usia muda dan laki-laki.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pertumbuhan Piutang Pembiayaan Terbatas, Risiko Kredit Pindar Meningkat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan piutang pembiayaan per Agustus 2026 tercatat sebesar 1,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai total Rp514,08 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan yang terbatas, seiring melambatnya penjualan kendaraan bermotor dan investasi secara keseluruhan. Peningkatan utama berasal dari pembiayaan modal kerja yang tumbuh 5,4% secara tahunan, menjadi penopang utama kinerja industri pembiayaan hingga akhir tahun ini.

Proyeksi kinerja industri secara keseluruhan dipertahankan positif di kisaran 2,4% hingga akhir 2026, meskipun dengan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Profil risiko tetap terjaga, dengan tingkat kredit bermasalah kotor (NPF gross) sebesar 3,04% dan bersih (NPF net) 0,83%. Rasio leverage industri juga berada pada level aman, yakni 2,04 kali.

Di sektor lain, pembiayaan modal ventura mengalami pertumbuhan 1,05% menjadi Rp16,50 triliun, sedangkan lembaga keuangan mikro mengalami kontraksi 0,33% hingga menyentuh Rp1,05 triliun. Sementara itu, simpanan masyarakat tumbuh 7,7% menjadi Rp630 miliar, mencerminkan daya beli yang masih stabil meski tekanan ekonomi meningkat.

Sektor pinjaman daring (pindar) terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan outstanding naik 22,07% menjadi Rp106,94 triliun. Namun di balik pertumbuhan ini, risiko kredit macet meningkat, ditandai dengan tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) sebesar 4,73%. Data menunjukkan bahwa sekitar 48,22% dari total kredit bermasalah pada Juli 2026 berasal dari kelompok usia 19–34 tahun, yakni generasi Z. Dominasi laki-laki juga terlihat jelas, dengan porsi 54,22% dari total kredit yang bermasalah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya