Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gali dari Papua, Keluar di Samudra Atlantik

Penggalian dari Papua akan menembus Samudra Atlantik, sekitar 718 kilometer dari Brasil, menunjukkan bahwa sebagian besar titik antipoda Bumi berada di lautan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gali dari Papua, Keluar di Samudra Atlantik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Jika seseorang menggali tanah secara lurus dari wilayah Papua, hasilnya akan muncul di Samudra Atlantik, sekitar 718 kilometer dari pantai Brasil. Perhitungan ini didasarkan pada konsep antipoda—titik di permukaan Bumi yang berseberangan langsung dengan lokasi awal. Situs digital yang memungkinkan simulasi seperti ini menunjukkan bahwa titik keluar dari Jakarta justru berada di Kolombia, bukan di negara Asia seperti yang sering diperkirakan banyak orang.

Fakta menarik lainnya adalah hanya sekitar 15 persen daratan di dunia yang memiliki antipoda berupa daratan. Artinya, sebagian besar titik seberang Bumi dari lokasi mana pun, baik di benua Eropa, Amerika, atau Asia, akan jatuh di lautan. Misalnya, menggali dari London akan menembus Samudra Pasifik Selatan, sedangkan dari Los Angeles akan mendarat di Samudra Hindia tengah, jauh dari daratan terdekat.

Situs tersebut, yang dibuat oleh Martin Krpelan, didasarkan pada data geospasial dari Natural Earth dan citra Blue Marble milik NASA. Konsep matematisnya sederhana: lintang dibalik tanda, sedangkan bujur diubah dengan penambahan 180 derajat. Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui secara akurat lokasi titik seberang dari titik mana pun di Bumi, termasuk mengecek apakah lokasi tersebut daratan atau laut.

Meski menarik secara konseptual, perjalanan menembus Bumi secara nyata tetap tidak mungkin dilakukan. Lubang terdalam yang pernah dibuat manusia—Kola Superdeep Borehole di Rusia—hanya mencapai kedalaman 12.263 meter, atau sekitar 0,2 persen dari jarak ke inti Bumi. Jarak total dari permukaan ke pusat Bumi mencapai sekitar 6.371 kilometer, sehingga perjalanan seperti itu masih jauh dari realitas teknis saat ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya