Pencegahan PMI Non-Prosedural Capai 6.555 Orang dalam Dua Tahun
Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo, pencegahan penempatan pekerja migran ilegal berhasil menekan angka hingga 6.555 orang melalui kerja sama lintas sektor.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Sejak Oktober 2024 hingga 5 Oktober 2026, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mencatat berhasil mencegah 6.555 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) berangkat ke luar negeri secara tidak sesuai prosedur. Upaya pencegahan ini dilakukan melalui pendekatan koordinatif dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait di titik-titik keberangkatan. Langkah strategis ini menjadi fondasi utama dalam memastikan perlindungan sejak tahap awal sebelum keberangkatan.
Selain pencegahan, kementerian juga menangani 43.671 pekerja migran yang mengalami masalah di luar negeri serta memfasilitasi pemulangan 1.234 jenazah pekerja migran ke tanah air. Secara keseluruhan, jumlah layanan kepulangan yang dilakukan mencapai 51.460 kasus dalam periode yang sama. Semua langkah ini menunjukkan komitmen penuh negara dalam menjamin keamanan dan kesejahteraan pekerja migran di setiap tahap perjalanan.
Menteri P2MI menegaskan bahwa perlindungan bukan hanya dilakukan saat terjadi insiden, tetapi harus dimulai sejak proses persiapan keberangkatan. Pencegahan menjadi bentuk intervensi awal yang paling efektif untuk menghindari potensi eksploitasi, penipuan, dan risiko lain yang mengancam keselamatan pekerja. Melalui pendekatan preventif, pemerintah berupaya mengurangi beban kemanusiaan dan biaya pemulangan yang lebih besar di masa depan.
Kementerian terus memperkuat sistem deteksi dini dan jaringan koordinasi nasional untuk mendeteksi indikasi penempatan ilegal. Setiap CPMI yang teridentifikasi berpotensi melanggar prosedur akan segera dicegah dan dibimbing kembali ke daerah asal dengan pendampingan penuh. Pendekatan ini menekankan prinsip negara hadir secara menyeluruh—dari awal hingga akhir perjalanan pekerja migran.
Tujuan utama dari semua langkah ini adalah menjamin keberangkatan pekerja migran yang aman, legal, dan berkelanjutan. Dengan memperkuat pencegahan, pemerintah tidak hanya melindungi individu, tetapi juga menjaga reputasi Indonesia sebagai negara yang menghargai hak dan martabat tenaga kerja di kancah global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemilu Dini Digelar Usai Gagalnya RUU Perumahan
Pemerintah Spanyol memutuskan pemilu dini pada 29 November menyusul kegagalan usulan kebijakan perumahan di parlemen, yang memicu demonstrasi massal dan krisis politik akibat ketidakmampuan koalisi minoritas mengesahkan regulasi penting.
5 Oktober 2026

Yaman Siapkan Ofensif Militer Besar untuk Rebut Wilayah dari Houthi
Pemerintah Yaman yang diakui internasional umumkan operasi militer besar untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok Houthi, menyusul peningkatan serangan dan perluasan kendali Houthi di pesisir Laut Merah.
5 Oktober 2026

Musk dan Tokoh Teknologi Bantu Pentagon Rancang Perang Masa Depan
Pentagon menggandeng Elon Musk, Palmer Luckey, dan Newt Gingrich dalam proyek 120 hari untuk menentukan kebutuhan teknologi militer masa depan.
5 Oktober 2026

Penurunan Populasi Jepang Ditetapkan sebagai Krisis Nasional
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengumumkan penurunan jumlah penduduk sebagai krisis nasional yang mengancam stabilitas jangka panjang negara.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

KPK Periksa Kakak Ridwan Kamil Terkait Mobil Volvonya
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

AI Dorong Transformasi Distribusi Informasi Publik
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

Polisi Prioritaskan Pemulihan Korban Penganiayaan ABK KM Maulana 23
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

Prabowo Sorakkan Gol Pertama Indonesia di Final ASEAN Cup
Senin, 5 Oktober 2026, 23.22 WITA

Dua Ekor Harimau Sumatra Lahir di Amerika, Jadi Langkah Bersejarah Konservasi
Senin, 5 Oktober 2026, 23.07 WITA

Harga Mobil Listrik di Indonesia Per Oktober 2026 Terus Meluas
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

Hybrid Toyota Harus Pakai BBM Oktan di Atas 90
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

Airlangga Gunakan Maung sebagai Mobil Dinas, Sebut Lebih Luas dan Nyaman
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

