Yaman Siapkan Ofensif Militer Besar untuk Rebut Wilayah dari Houthi
Pemerintah Yaman yang diakui internasional umumkan operasi militer besar untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok Houthi, menyusul peningkatan serangan dan perluasan kendali Houthi di pesisir Laut Merah.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Yaman Rashad al-Alimi secara resmi mengumumkan dimulainya operasi militer skala besar guna memulihkan kendali pemerintah atas seluruh wilayah nasional yang masih berada di bawah pengaruh kelompok Houthi. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato nasional yang disiarkan langsung, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas otoritas negara dan memulihkan kedaulatan penuh di seluruh wilayah. Langkah ini diambil setelah serangkaian eskalasi konflik dalam beberapa hari terakhir, termasuk serangan balasan dari Houthi terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi.
Kondisi terkini menunjukkan pergeseran dinamika militer yang menguntungkan kelompok yang didukung Iran. Houthi telah berhasil merebut kendali atas seluruh pesisir Laut Merah Yaman, termasuk jalur strategis di Selat Bab al-Mandab, yang memengaruhi rute pelayaran internasional. Dengan menguasai jalur pasokan kunci antara Taiz dan Aden, kota penting yang masih dikuasai pemerintah, Houthi secara efektif mengisolasi wilayah tersebut. Menurut sumber militer, pasukan Houthi kini telah menguasai sejumlah pos strategis di sekitar Taiz, menandai kemajuan signifikan dalam ofensif terbaru.
Serangan Houthi terhadap fasilitas minyak Aramco di wilayah Riyadh dan Khurais diklaim berhasil mencapai sasaran, demikian disampaikan juru bicara militer mereka, Yahya Saree. Ia menyatakan serangan dilakukan secara presisi dan menyebabkan kebakaran besar di lokasi target. Arab Saudi belum mengonfirmasi klaim tersebut, tetapi sebelumnya sempat menolak sejumlah laporan serangan sebagai informasi menyesatkan. Di sisi lain, pemerintah Yaman melancarkan serangan balasan ke berbagai lokasi Houthi, termasuk di Sanaa, Saada, dan dekat garis depan Taiz.
Konflik yang telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun ini kembali memanas setelah tahun-tahun relatif tenang. Sejak 2014, Houthi telah menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara Yaman, memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi. Kini, dengan perluasan kendali di pesisir, Iran mendapatkan keuntungan strategis, sementara Arab Saudi terjebak dalam konfrontasi militer langsung. Keterlibatan Saudi sebagai pendukung utama pemerintah Yaman yang diakui internasional memperkuat keterkaitan antara krisis Yaman dan ketegangan regional.
Krisis kemanusiaan yang melanda Yaman tetap menjadi ancaman besar, dengan negara ini termasuk salah satu yang paling miskin di dunia. Perang yang kembali memanas membawa risiko baru terhadap stabilitas ekonomi global, terutama terkait jalur ekspor minyak. Dengan pergerakan militer yang kini berfokus pada Taiz sebagai titik kunci, masa depan konflik akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah Yaman untuk merebut kembali kota strategis tersebut, sekaligus menghadapi tekanan dari kelompok yang terus memperluas pengaruhnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Musk dan Tokoh Teknologi Bantu Pentagon Rancang Perang Masa Depan
Pentagon menggandeng Elon Musk, Palmer Luckey, dan Newt Gingrich dalam proyek 120 hari untuk menentukan kebutuhan teknologi militer masa depan.
5 Oktober 2026

Penurunan Populasi Jepang Ditetapkan sebagai Krisis Nasional
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengumumkan penurunan jumlah penduduk sebagai krisis nasional yang mengancam stabilitas jangka panjang negara.
5 Oktober 2026

Letjen Saleh Mustafa Pensiun Dini Usai Dilantik Jadi Wamentan
Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa resmi pensiun dini setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian, sesuai ketentuan UU yang mengatur pengalihan prajurit ke instansi pemerintah.
5 Oktober 2026

Saleh Mustafa Resmi Mundur dari TNI Setelah Dilantik Jadi Wamentan
Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyatakan secara resmi telah mengundurkan diri dari keanggotaan TNI setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian, dengan proses pensiun sedang berjalan.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

52 Perusahaan Denda, OJK Perkuat Perlindungan Konsumen
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Eri Budiono Mundur Sebagai Direktur Utama Bank Neo Commerce
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

IHSG Melemah 2026, OJK Sebut Faktor Global dan Domestik
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Komite Basel Soroti Risiko AI dan Perkuat Pengawasan Perbankan Global
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Pembiayaan Pegadaian Naik 44,6% Jadi Rp156,6 Triliun
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

KDKMP Percepat Ekonomi Desa dengan Rantai Distribusi Lebih Efisien
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.917 per Dolar AS pada Sore Hari
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

IHSG Melonjak 1,36% ke Level 6.118 di Akhir Pekan
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

