Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Komite Basel Soroti Risiko AI dan Perkuat Pengawasan Perbankan Global

Regulator perbankan global menyoroti ancaman baru dari kecerdasan buatan dan memperbarui kerangka pengawasan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Komite Basel Soroti Risiko AI dan Perkuat Pengawasan Perbankan Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Komite Basel untuk Pengawasan Perbankan (BCBS) menyatakan keprihatinan mendalam terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang kian pesat, terutama dalam konteks sistem perbankan global. Dalam pertemuan yang berlangsung di Bali pada 28–29 September 2026, para pemimpin pengawas keuangan dari berbagai negara menekankan perlunya tata kelola risiko yang lebih ketat menghadapi potensi gangguan operasional dan ancaman siber yang dapat menyebar cepat melalui ketergantungan teknologi yang semakin mendalam di antar lembaga keuangan.

Meski mengakui manfaat besar AI dalam meningkatkan efisiensi dan inovasi, BCBS menekankan bahwa risiko operasional, termasuk kegagalan sistem dan serangan siber, berpotensi meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, komite memutuskan untuk meninjau ulang kerangka risiko operasional yang berlaku saat ini, khususnya kategori kerugian berdasarkan jenis kejadian, dengan fokus pada ancaman digital dan implikasi AI generasi terbaru.

Di samping itu, BCBS mempercepat penilaian terhadap eksposur bank terhadap aset kripto, dengan rencana merilis pembaruan standar prudensial sebelum akhir tahun 2026. Untuk mendukung transparansi, komite juga menyetujui standar pengungkapan risiko dalam format yang dapat dibaca mesin (machine-readable), menggantikan praktik lama berbasis PDF yang menghambat analisis data antarbank. Standar baru ini akan diterbitkan pada akhir 2026.

Pertemuan juga membahas pembaruan terhadap klasifikasi bank global penting secara sistemik (G-SIBs), dengan revisi metodologi penilaian untuk mengurangi praktik window dressing—upaya rekayasa laporan keuangan sebelum periode pelaporan. Revisi ini akan diterbitkan Oktober 2026 untuk memastikan akurasi profil risiko. Selain itu, konsultasi publik mengenai manajemen risiko suku bunga dalam portofolio perbankan (IRRBB) akan diluncurkan bulan depan, menyusul temuan masih adanya kelemahan dalam pengelolaan risiko tersebut.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, membuka pertemuan dengan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan ketahanan sistem keuangan. Ia menegaskan bahwa pengawasan harus berorientasi ke depan, adaptif, dan didukung kolaborasi lintas negara untuk mengantisipasi risiko baru sejak dini. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap ekosistem keuangan, perubahan model bisnis, dan perkembangan teknologi menjadi kunci dalam memitigasi ancaman yang muncul secara dinamis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya