DPR Percepat Pembahasan RUU Pemilu di Masa Reses
DPR mempercepat pembahasan RUU Pemilu selama masa reses, dengan jadwal rapat Panja dan undangan partai nonparlemen hingga kunjungan ke lembaga yudikatif.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 17.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam langkah strategis menjelang masa reses, Komisi II DPR telah menetapkan rencana intensif untuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu. Setelah Panitia Kerja (Panja) resmi dibentuk pada 29 September, rapat kerja lanjutan akan digelar mulai pekan depan, meskipun secara formal masa reses telah dimulai. Pemimpin fraksi Gerindra di Komisi II, Bahtra Banong, menegaskan bahwa waktu reses akan dimanfaatkan secara optimal untuk rapat-rapat teknis Panja, termasuk penyerapan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat.
Proses tersebut tidak hanya melibatkan praktisi demokrasi dan organisasi masyarakat sipil, tetapi juga meluas ke perguruan tinggi. Bahtra menyampaikan rencana kunjungan ke sejumlah kampus guna mendengar masukan dari akademisi yang memiliki keahlian di bidang hukum dan politik. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya substansi RUU dengan perspektif ilmiah dan kebijakan yang lebih berimbang.
Ketua Komisi II DPR, Rifqinizami Karsayuda, memastikan bahwa jadwal pembahasan mencakup dialog dengan partai politik yang belum memiliki kursi di parlemen. Langkah ini bertujuan untuk memastikan inklusivitas dalam perumusan aturan pemilu. Selain itu, Komisi II juga menjadwalkan kunjungan ke Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung guna memahami posisi yudikatif terhadap isu-isu krusial dalam sistem pemilu yang akan diubah.
Pembahasan naskah akademik dan draf awal RUU Pemilu ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026 atau awal Januari 2027. Hasilnya akan diserahkan sebagai inisiatif DPR untuk kemudian dilanjutkan ke tahap pengesahan. Anggota Komisi II, Muhammad Khozin, menegaskan bahwa target Maret 2027 merupakan batas maksimum, dengan asumsi proses pembahasan berlangsung selama tiga bulan—Januari, Februari, dan Maret—dengan tetap menjaga kualitas dan keterlibatan semua pihak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Musk dan Tokoh Teknologi Bantu Pentagon Rancang Perang Masa Depan
Pentagon menggandeng Elon Musk, Palmer Luckey, dan Newt Gingrich dalam proyek 120 hari untuk menentukan kebutuhan teknologi militer masa depan.
5 Oktober 2026

Penurunan Populasi Jepang Ditetapkan sebagai Krisis Nasional
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengumumkan penurunan jumlah penduduk sebagai krisis nasional yang mengancam stabilitas jangka panjang negara.
5 Oktober 2026

Letjen Saleh Mustafa Pensiun Dini Usai Dilantik Jadi Wamentan
Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa resmi pensiun dini setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian, sesuai ketentuan UU yang mengatur pengalihan prajurit ke instansi pemerintah.
5 Oktober 2026

Saleh Mustafa Resmi Mundur dari TNI Setelah Dilantik Jadi Wamentan
Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyatakan secara resmi telah mengundurkan diri dari keanggotaan TNI setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian, dengan proses pensiun sedang berjalan.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ben Gvir Tegaskan Tepi Barat Milik Israel Sepenuhnya
Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA

Impor BBM Tanpa Tender, Pemerintah Jaga Stok Nasional
Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA

Menkeu Lantik 17 Pejabat, Tekankan Penuntasan APBN 2026 dan Persiapan 2027
Senin, 5 Oktober 2026, 17.53 WITA

Dudung Serahkan Jabatan KSP ke Listyo Sigit dengan Pesan Strategis
Senin, 5 Oktober 2026, 17.53 WITA

Pengusaha Miras Diduga Sumbang Rp30 Juta untuk CSR Palsu
Senin, 5 Oktober 2026, 17.52 WITA

Sertijab KSP: Sigit Lanjutkan Tugas Dudung di Tengah Program Prioritas Presiden
Senin, 5 Oktober 2026, 17.52 WITA

Rumah Mewah di Lapas Cibinong Jadi Tempat Kunjungan Keluarga Napi Korupsi
Senin, 5 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pengusaha Akui Serahkan Rp30 Juta ke Pejabat Bea Cukai untuk CSR Bencana Aceh
Senin, 5 Oktober 2026, 17.51 WITA

