Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sertijab KSP: Sigit Lanjutkan Tugas Dudung di Tengah Program Prioritas Presiden

Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Dudung Abdurachman, dengan fokus utama mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk hilirisasi dan ketahanan pangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 17.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sertijab KSP: Sigit Lanjutkan Tugas Dudung di Tengah Program Prioritas Presiden📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Serah terima jabatan (sertijab) antara Jenderal Dudung Abdurachman dan Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (5/10). Acara yang dihadiri oleh sejumlah pegawai KSP dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serta penyerahan memori jabatan. Prosesi ini menandai pergantian kepemimpinan di kantor yang menjadi ujung tombak koordinasi program strategis di bawah Presiden.

Dalam sambutannya, Dudung menekankan pentingnya peran KSP dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang menghambat realisasi program nasional. Ia menegaskan bahwa tugas utama KSP bukan hanya menyusun kebijakan, tetapi juga mengatasi hambatan teknis dan administratif yang kerap menghambat pencapaian target dari kementerian dan lembaga terkait. Menurutnya, KSP menjadi penyeimbang di tengah kompleksitas tata kelola pemerintahan yang sering kali mengakibatkan terhambatnya progres kebijakan.

Listyo Sigit, yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyatakan komitmen penuh untuk melanjutkan kinerja Dudung, terutama dalam mengawal program unggulan yang telah ditetapkan, termasuk 17 program prioritas, hilirisasi industri, ketahanan pangan, energi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa tugas ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga mengelola situasi kritis dan menyelesaikan *bottleneck* yang menghambat keberlangsungan program strategis.

Sigit menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap visi Presiden menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas. Ia menyadari beban kerja yang besar, namun optimistis dapat menjalankan amanah dengan dukungan tim dan koordinasi lintas sektor. Dengan pengalaman yang dimiliki, ia bertekad untuk memastikan bahwa setiap inisiatif pemerintah berjalan efektif, terukur, dan berdampak nyata bagi rakyat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya