Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Proyek Pusat Data AI di Purwakarta Ditangguhkan karena Proses Izin Belum Lengkap

Proyek AI Campus 2 bernilai Rp3,5 triliun di Jatiluhur, Purwakarta, ditangguhkan sementara karena izin mendirikan bangunan dan AMDAL belum tuntas, meski telah melalui ground breaking.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
Proyek Pusat Data AI di Purwakarta Ditangguhkan karena Proses Izin Belum Lengkap📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Proyek pusat data berbasis kecerdasan buatan bernama AI Campus 2 atau CGK4 di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, resmi ditangguhkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Keputusan ini diambil menyusul belum keluarnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan belum selesainya proses analisis dampak lingkungan (AMDAL), meskipun sebelumnya telah dilakukan peletakan batu pertama pada 22 September 2026. Proyek yang dikelola BDx Data Centers ini memiliki kapasitas rencana hingga 640 megawatt dan menargetkan operasional tahap pertama pada awal 2027.

Pembangunan dimulai dari satu gedung dengan kapasitas IT 120 megawatt, yang merupakan bagian dari enam gedung yang direncanakan secara bertahap. Proyek ini mendapat dukungan listrik hingga 845 megavolt ampere dari PT PLN (Persero), termasuk dalam total alokasi lebih dari 1,2 gigavolt ampere untuk kawasan data center AI di Indonesia. Fasilitas ini dirancang dengan teknologi pendingin cair langsung ke chip (direct-to-chip liquid cooling) yang mampu menangani kepadatan daya hingga 500 kilowatt per rak, mendukung infrastruktur komputasi AI berkebutuhan tinggi.

CGK4 telah memperoleh sertifikasi NVIDIA DGX-Ready Colocation Data Center sejak April 2025 dan telah menarik minat dari sejumlah perusahaan teknologi global, penyedia layanan cloud berbasis AI, serta perusahaan yang membutuhkan kapasitas komputasi besar. Namun, penangguhan tetap dilakukan karena belum lengkapnya dokumen administratif dan kajian lingkungan. Gubernur menegaskan bahwa penundaan bukan bentuk penolakan terhadap investasi, melainkan upaya menegakkan aturan dan melindungi kepentingan publik.

Salah satu pertimbangan utama adalah ketersediaan air untuk sistem pendingin server. Dedi Mulyadi menyoroti bahwa PDAM Purwakarta memiliki alokasi air 3.000 liter per detik, tetapi hanya digunakan sekitar 11 persen selama puluhan tahun. Meski saat ini penggunaan ditingkatkan menjadi 14 persen, masih tersisa sekitar 86 persen kapasitas yang belum dimanfaatkan. Ia menekankan bahwa kebutuhan air proyek tidak boleh mengganggu akses masyarakat terhadap air dari waduk Jatiluhur, yang merupakan sumber vital bagi warga setempat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya