Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kopi Asin dengan Pasta Udang Ramai di Hue

Kafe di Hue, Vietnam, sukses menarik pengunjung dengan kopi berlapis yang memadukan pasta fermentasi udang dan tuna kering, laku 50 gelas harian dengan harga Rp38 ribu per gelas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 21.10 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Kopi Asin dengan Pasta Udang Ramai di Hue📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah kafe kecil di kota Hue, Vietnam, kini menjadi sorotan karena menyajikan kopi dengan sentuhan unik: lapisan krim berbahan pasta fermentasi udang. TOC Gallery, nama kedai tersebut, menghadirkan minuman yang mengejutkan namun justru mendongkrak kunjungan hingga 20 persen setelah peluncuran menu spesial ini. Minuman yang dijual seharga US$2,10 atau sekitar Rp38 ribu per gelas kini menjadi favorit pelanggan setempat dan wisatawan.

Pasta udang yang digunakan, dikenal sebagai mam ruoc, merupakan bahan tradisional hasil fermentasi udang laut dengan garam. Bahan ini sudah lama menjadi fondasi rasa dalam berbagai masakan lokal seperti sup mi daging sapi dan nasi kerang. Ide menggabungkannya dengan kopi muncul dari keinginan pemilik kafe, Tran Ngoc Anh Tuan, untuk memperkenalkan ciri khas kuliner kota kelahirannya dalam bentuk minuman modern.

Proses pembuatan kopi ini melibatkan empat lapisan rasa yang dirancang secara khusus. Di dasar, terdapat campuran susu dan susu kental manis, diikuti oleh kopi dari campuran biji arabika dan robusta. Lapisan ketiga berupa pasta udang yang telah dimasak dengan gula karamel untuk menyeimbangkan aroma kuat. Penutupnya adalah serutan tuna kering yang memberi kesan gurih dan asin. Tuan menekankan pentingnya menyeruput tanpa sedotan agar pengalaman rasa terasa utuh.

Banyak pelanggan awalnya ragu, terutama karena aroma yang ditimbulkan. Namun, setelah mencoba, sebagian besar menyatakan kekaguman. Quoc Bao, salah satu pengunjung, mengaku terkejut karena aroma tidak terlalu dominan, sementara rasa asin tetap terasa di lidah setelah minum. Bich Ngoc, pelanggan lain, menyebutkan bahwa meski awalnya skeptis, rasa kopi yang dipadukan dengan bahan lokal justru terasa menarik dan tak terduga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya