Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Minuman Fermentasi Dorong Keseimbangan Usus

Konsumsi minuman probiotik secara bijak dapat mendukung kesehatan pencernaan melalui peningkatan mikrobiota dan pelancaran buang air besar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Minuman Fermentasi Dorong Keseimbangan Usus📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kesehatan saluran pencernaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Salah satu pendekatan yang semakin diperhatikan adalah asupan minuman fermentasi seperti yoghurt, kefir, dan produk susu lain yang mengandung mikroorganisme hidup. Probiotik, sebagai mikroorganisme bermanfaat, berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang merupakan komponen kunci dalam proses pencernaan dan fungsi imun tubuh.

Berdasarkan tinjauan sistematis tahun 2025 yang menggabungkan data dari 25 studi dengan total 4.328 partisipan, konsumsi makanan fermentasi dikaitkan dengan peningkatan frekuensi buang air besar, perbaikan konsistensi tinja, serta waktu transit usus yang lebih cepat. Meski demikian, bukti yang mendukung temuan ini masih bervariasi dan sebagian besar dinyatakan sebagai tingkat kepercayaan rendah, sehingga minuman probiotik tidak dapat dijadikan solusi utama bagi sembelit kronis.

Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya potensi manfaat probiotik dalam mengurangi gejala gastrointestinal ringan seperti kembung dan diare. Meta-analisis terhadap berbagai studi yang diterbitkan pada tahun yang sama menemukan penurunan risiko gejala tersebut pada kelompok yang mengonsumsi probiotik. Namun, efek ini bervariasi tergantung pada jenis strain, dosis, dan kondisi individu. Untuk penderita sindrom iritasi usus (IBS), penelitian terhadap 16 uji klinis dengan 1.264 pasien menunjukkan adanya peningkatan gejala secara keseluruhan, meski tidak semua gejala seperti nyeri perut atau kembung mengalami penurunan signifikan.

Penting untuk memilih produk probiotik secara hati-hati. Tidak semua produk yang menyatakan mengandung probiotik memberikan manfaat yang sama, karena efektivitasnya bergantung pada jenis dan jumlah strain mikroorganisme, serta kondisi penyimpanan. Label produk sebaiknya mencantumkan informasi mengenai genus, spesies, dan strain secara jelas. Selain itu, kandungan gula tambahan dalam beberapa produk perlu diperhatikan, terutama jika dikonsumsi secara rutin.

Secara keseluruhan, minuman probiotik dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang seimbang, tetapi tidak boleh digunakan sebagai pengganti asupan serat, makanan beragam, aktivitas fisik, dan tidur teratur. WHO menekankan pentingnya kecukupan, keseimbangan, keberagaman, dan moderasi dalam asupan makanan. Bagi individu dengan sistem imun terganggu, sebaiknya konsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai asupan probiotik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya