Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tony Fernandes Bandingkan Kualitas Makanan AirAsia dan Singapore Airlines

CEO AirAsia, Tony Fernandes, membandingkan kualitas hidangan Singapore Airlines dengan menu Santan miliknya, menilai yang terakhir lebih unggul meski mengakui layanan pesawat Singapura tetap prima.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Tony Fernandes Bandingkan Kualitas Makanan AirAsia dan Singapore Airlines📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tony Fernandes, pemimpin AirAsia, mengungkapkan pendapat kritis soal menu makanan Singapore Airlines dalam unggahan media sosialnya, menyoroti kekecewaan terhadap kualitas sajian yang disajikan selama penerbangan. Ia menyebut makanan yang disediakan maskapai asal Singapura tidak memuaskan, bahkan dibandingkan dengan menu Santan — lini kuliner khas AirAsia yang dikenal dengan hidangan khas Asia Tenggara seperti Nasi Lemak Pak Nasser. Unggahan tersebut dibuat saat ia terpaksa terbang dengan Singapore Airlines karena tidak bisa mendapatkan tiket penerbangan AirAsia untuk jadwal yang diinginkan.

Dalam narasinya, Fernandes menegaskan bahwa dari segi rasa dan keaslian, menu Santan jauh lebih baik dibandingkan hidangan yang tersaji di pesawat Singapore Airlines. Ia menyoroti perbandingan ini sebagai bentuk evaluasi jujur, bukan sekadar promosi. Meski tidak menyebutkan detail menu yang diterima, ia mengunggah tampilan makanan yang tampak seperti mie goreng berkuah, disertai potongan ayam dan sayuran, tanpa menyebut merek atau varian spesifik.

Namun, di tengah kritik terhadap kuliner, Fernandes tetap memberikan apresiasi tinggi atas layanan pelanggan dan fasilitas teknologi yang dimiliki Singapore Airlines. Ia mengakui bahwa pelayanan awak kabin sangat profesional dan koneksi internet di pesawat berfungsi dengan sangat baik, menunjukkan bahwa meski kualitas makanan kurang memuaskan, kualitas keseluruhan penerbangan tetap di level tinggi.

Unggahan ini memicu respons beragam dari publik, sebagian menyambut kritik tersebut sebagai bentuk kejujuran yang langka di industri penerbangan, sementara lainnya menilainya sebagai strategi komunikasi yang efektif untuk memperkuat posisi AirAsia sebagai penyedia layanan dengan nilai lebih di sektor kuliner. Dalam konteks kompetitif antar maskapai, pernyataan Fernandes menegaskan bahwa kualitas makanan bisa menjadi diferensiator penting, bahkan di antara pemain besar dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya