Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mogok Nasional 24 Jam Didesain untuk Keadilan Perumahan dan Upah

Dua serikat pekerja utama Spanyol siap gelar mogok umum selama 24 jam demi menuntut kenaikan upah dan akses perumahan layak, menyusul penolakan kongres terhadap kebijakan perumahan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Mogok Nasional 24 Jam Didesain untuk Keadilan Perumahan dan Upah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Serikat pekerja CCOO dan UGT mengumumkan persiapan aksi mogok nasional selama 24 jam pada musim gugur ini, sebagai respons terhadap krisis perumahan yang semakin menggurita dan upah yang tidak lagi mencukupi kebutuhan hidup. Aksi tersebut bertujuan menekan pemerintah dan pengusaha untuk menyepakati kenaikan upah serta kebijakan perumahan yang berkelanjutan. Kedua serikat menegaskan bahwa perjuangan pekerja tidak bisa dipisahkan dari isu perumahan, yang menjadi fondasi kestabilan sosial dan ekonomi.

Langkah ini diambil setelah Kongres Deputi Spanyol menolak rancangan dekrit kerajaan yang berupaya menangani masalah perumahan. Keputusan tersebut dianggap sebagai kegagalan politik dalam mengatasi krisis yang telah memicu gelombang protes dari kalangan penyewa dan warga. Dalam pernyataan bersama, CCOO dan UGT menekankan bahwa demonstrasi akhir pekan sebelumnya telah membuktikan kekuatan gerakan rakyat, sehingga respons kolektif melalui aksi serupa perlu segera disiapkan.

Dalam rencana perjuangan, kedua serikat mengusulkan kenaikan upah antara 4% hingga 7%, disertai mekanisme peninjauan berkala guna menyesuaikan dengan fluktuasi ekonomi. Di sisi lain, mereka menuntut pembentukan kesepakatan sosial yang mencakup pembatasan sewa, penyediaan perumahan yang dilindungi negara secara permanen, serta penerapan efektif hak atas perumahan di seluruh wilayah Spanyol. Serikat juga meminta pengusaha untuk kembali membuka ruang perundingan bersama guna menyelesaikan persoalan yang menyangkut kehidupan pekerja.

Mereka menilai bahwa ketenagakerjaan dan perumahan merupakan dua pilar yang saling terkait. Upah yang rendah tidak bisa diterima jika harga hunian terus melambung, karena hal ini menggerus daya beli masyarakat secara luas. Oleh karena itu, solusi harus bersifat holistik dan melibatkan semua pihak terkait, termasuk organisasi penyewa dan kelompok warga. Proses persetujuan internal serta koordinasi dengan kelompok perumahan akan menentukan tanggal pasti pelaksanaan aksi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya