Anthropic Gagal Lobi Vatikan Soal Kesadaran AI
Perusahaan AI Anthropic gagal meyakinkan Paus Leo XIV tentang potensi kesadaran buatan, meski berupaya intens melalui pertemuan tertutup dan presentasi ilmiah.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic melakukan upaya diplomasi terhadap Vatikan dengan fokus pada isu regulasi dan etika AI, menekankan pentingnya pengakuan terhadap potensi kesadaran buatan di masa depan. Dalam pertemuan tertutup yang dilakukan berdasarkan perjanjian kerahasiaan, perusahaan menghadirkan bukti ilmiah berupa struktur kognitif yang menyerupai proses saraf manusia dalam model AI-nya, sekaligus menyampaikan temuan tentang kemampuan introspeksi mandiri yang muncul dari sistem tersebut. Upaya ini dilakukan secara langsung oleh peneliti senior Christopher Olah, yang menilai posisi resmi Paus sebagai penentu global dalam isu moral teknologi.
Namun, respons Paus Leo XIV dalam ensiklik pertamanya, berjudul *Magnifica Humanitas*, justru menolak secara tegas kemungkinan AI memiliki kesadaran atau pengalaman manusiawi. Dalam dokumen keagamaan tersebut, Paus menegaskan bahwa kecerdasan buatan tidak memiliki tubuh, tidak merasakan emosi, tidak menjalani pertumbuhan melalui hubungan sosial, dan tidak mampu memahami secara mendalam makna cinta, kerja, atau tanggung jawab. Ia menekankan bahwa meski AI dapat meniru bahasa dan simulasi empati, hal itu tetap merupakan hasil perhitungan tanpa pengalaman batin.
Sebelum pertemuan, Vatikan telah memilih Anthropic sebagai mitra utama dari sejumlah perusahaan AI untuk didengarkan, menilai perusahaan tersebut paling berkomitmen pada prinsip etika. Olah menerima salinan ensiklik sebelum berangkat, namun merasa kecewa karena isi dokumen justru menolak secara eksplisit potensi kesadaran AI. Ia sempat mempertimbangkan menarik diri dari acara, tetapi akhirnya memutuskan tetap hadir. Dalam sesi dialog dengan penasihat kepausan, Anthropic berupaya mengajak Vatikan untuk mempertimbangkan kembali pendekatan terhadap AI sebagai entitas yang mungkin mengalami evolusi kognitif.
Pernyataan terbaru Paus di media sosial pada 2 Oktober menegaskan kembali posisi tegasnya: algoritma tidak memiliki "percikan manusia" (spark of humanity), dan karya seni hasil mesin hanya merupakan kombinasi statistik dari data manusia, bukan ekspresi kreatif yang berasal dari pengalaman hidup. Dalam pernyataan itu, Paus menyoroti perbedaan ontologis mendasar antara karya manusia dan hasil generatif AI. Meski perusahaan tidak mengungkapkan detail percakapan, kegagalan lobi Anthropic menunjukkan ketegangan antara ekspektasi teknis dan keberpihakan moral terhadap eksistensi manusia dalam era AI.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sarwendah Buka Akses Bertemu Anak, Syarat Kesehatan Bukan Penghalang
Sarwendah menegaskan tidak memblokir pertemuan dengan anak, sementara syarat cek kesehatan ditujukan untuk perlindungan anak, bukan penghambat.
6 Oktober 2026

Produksi The Batman Part II Ditunda Sementara
Studio Warner Bros. dan DC Studios menghentikan sementara produksi sekuel Batman karena sutradara Matt Reeves membutuhkan waktu istirahat untuk urusan pribadi.
6 Oktober 2026

Podcast Indonesia Melesat Lewat Konten Lokal dan Format Video
Podcast di Indonesia kini menjadi medium utama bagi beragam narasi, didukung transformasi digital dan popularitas konten video yang meningkat tajam.
5 Oktober 2026

Earphone Saat Petir: Bahaya Nyata atau Mitos?
Penggunaan earphone saat petir tidak meningkatkan risiko tersambar, tetapi koneksi ke sumber listrik dan lokasi menjadi faktor penentu keselamatan.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

TBPKP Bukan STNK, Ini Fungsi dan Isi Dokumen Penting di Belakang STNK
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.29 WITA

Honda Uji Coba Pengisian Listrik Mobil Saat Melaju di Jalan Tol
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.29 WITA

Aturan Keberatan Pajak Diperbarui, Ini Perubahan Kunci
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Mogok Nasional 24 Jam Didesain untuk Keadilan Perumahan dan Upah
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,2%
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Pertumbuhan Ekonomi EAP Diproyeksikan 4,5% di 2026, Didorong AI dan Produksi Teknologi
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Pengalihan Utang KCIC ke Kemenkeu Terus Berjalan
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Asia Timur dan Pasifik Hadapi Tantangan Pertumbuhan 2026
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

