Sarwendah Buka Akses Bertemu Anak, Syarat Kesehatan Bukan Penghalang
Sarwendah menegaskan tidak memblokir pertemuan dengan anak, sementara syarat cek kesehatan ditujukan untuk perlindungan anak, bukan penghambat.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pihak Sarwendah secara tegas menegaskan bahwa akses pertemuan dengan kedua anak kandungnya tetap terbuka bagi Ruben Onsu. Pengacara kliennya, Rey Utami, menyatakan bahwa tidak pernah ada larangan atau aturan tertentu yang dibuat untuk membatasi komunikasi atau kunjungan. Menurutnya, keinginan untuk bertemu bisa dilakukan kapan saja, selama jadwal memungkinkan dan komunikasi berjalan lancar tanpa hambatan.
Kendala utama yang dihadapi bukan berasal dari Sarwendah, melainkan dari ketidaksesuaian komunikasi antarpihak. Rey menekankan pentingnya respons terhadap pesan dan interaksi yang terjaga, sebagai bentuk keterlibatan sebagai orang tua meski telah berpisah secara rumah tangga. Ia menegaskan bahwa ikatan emosional dengan anak tetap utuh, terlepas dari perubahan status hubungan.
Pemeriksaan kesehatan yang diminta oleh Sarwendah bukan sebagai syarat mutlak, melainkan langkah perlindungan terhadap anak. Pablo Benua, kuasa hukum Sarwendah, menjelaskan bahwa ada riwayat medis sensitif yang tidak dapat diungkapkan secara publik, namun berpotensi memengaruhi kesehatan anak jika tidak diantisipasi. Upaya ini dimaksudkan untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan anak secara menyeluruh.
Pihak Sarwendah menegaskan bahwa tidak bermaksud mempersulit Ruben dengan aturan rutin cek kesehatan. Yang diharapkan adalah itikad baik dari pihak ayah untuk membuktikan kesiapan dan keterbukaan dalam menjaga kesehatan anak. Dalam pandangan mereka, cukup dilakukan sekali saja sebagai bentuk komitmen, bukan sebagai beban berulang.
Pablo menegaskan bahwa langkah medis ini bukan alat untuk menghalangi pertemuan, melainkan bentuk tanggung jawab bersama sebagai orang tua. Tujuan utamanya adalah menjaga keutuhan dan kesehatan anak dari potensi risiko yang belum diketahui. Semua keputusan tetap didasarkan pada kebaikan terbaik bagi anak, bukan kepentingan pribadi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anthropic Gagal Lobi Vatikan Soal Kesadaran AI
Perusahaan AI Anthropic gagal meyakinkan Paus Leo XIV tentang potensi kesadaran buatan, meski berupaya intens melalui pertemuan tertutup dan presentasi ilmiah.
6 Oktober 2026

Produksi The Batman Part II Ditunda Sementara
Studio Warner Bros. dan DC Studios menghentikan sementara produksi sekuel Batman karena sutradara Matt Reeves membutuhkan waktu istirahat untuk urusan pribadi.
6 Oktober 2026

Podcast Indonesia Melesat Lewat Konten Lokal dan Format Video
Podcast di Indonesia kini menjadi medium utama bagi beragam narasi, didukung transformasi digital dan popularitas konten video yang meningkat tajam.
5 Oktober 2026

Earphone Saat Petir: Bahaya Nyata atau Mitos?
Penggunaan earphone saat petir tidak meningkatkan risiko tersambar, tetapi koneksi ke sumber listrik dan lokasi menjadi faktor penentu keselamatan.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

TBPKP Bukan STNK, Ini Fungsi dan Isi Dokumen Penting di Belakang STNK
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.29 WITA

Honda Uji Coba Pengisian Listrik Mobil Saat Melaju di Jalan Tol
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.29 WITA

Aturan Keberatan Pajak Diperbarui, Ini Perubahan Kunci
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Mogok Nasional 24 Jam Didesain untuk Keadilan Perumahan dan Upah
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,2%
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Pertumbuhan Ekonomi EAP Diproyeksikan 4,5% di 2026, Didorong AI dan Produksi Teknologi
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Pengalihan Utang KCIC ke Kemenkeu Terus Berjalan
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Asia Timur dan Pasifik Hadapi Tantangan Pertumbuhan 2026
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

