Pertumbuhan Ekonomi EAP Diproyeksikan 4,5% di 2026, Didorong AI dan Produksi Teknologi
Proyeksi Bank Dunia menunjukkan ekonomi Asia Timur dan Pasifik tumbuh 4,5% pada 2026, didorong adopsi teknologi AI dan ekspor barang berteknologi tinggi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Dunia kembali memperbarui proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) untuk tahun 2026, menetapkan angka 4,5%, naik 0,3 poin dari proyeksi sebelumnya di April 2026 yang sebesar 4,2%. Angka ini mencerminkan ketangguhan ekonomi regional di tengah tekanan global, meski distribusi pertumbuhan tetap tidak merata antar negara dan sektor. Faktor utama pendorong meliputi peningkatan produksi dan ekspor barang teknologi tinggi yang berkaitan dengan lonjakan aktivitas global terkait kecerdasan buatan (AI).
Beberapa negara menunjukkan kenaikan proyeksi signifikan, termasuk Vietnam yang diproyeksikan tumbuh 7,4%—naik 1,1 poin persentase—Malaysia mencapai 5,1% (+0,7 poin), serta Thailand yang diproyeksikan tumbuh 2,0% (+0,7 poin). Sementara itu, negara-negara kepulauan Pasifik hanya mampu tumbuh 2,2%, lebih rendah 0,5 poin dari perkiraan sebelumnya, akibat ketergantungan tinggi pada bahan bakar dan ketahanan eksternal yang terbatas. Tiongkok, ekonomi terbesar di kawasan, diperkirakan tumbuh 4,4% pada 2026, dipengaruhi oleh permintaan domestik yang terbatas serta penyesuaian sektor properti.
Peningkatan ekonomi ini, menurut laporan pembaruan ekonomi semitahunan Bank Dunia, berpotensi diperkuat oleh integrasi mendalam kawasan dalam rantai nilai global, terutama dalam industri terkait AI. Namun, tantangan utama tetap berada pada transformasi dari kapasitas produksi menjadi adopsi luas teknologi. Dalam hal ini, pemerintah diminta bertindak strategis untuk memastikan manfaat AI tidak hanya menguntungkan sektor tertentu, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan secara luas.
Laporan juga menyoroti ketimpangan dalam akses dan penerapan AI, di mana meskipun adopsi di kalangan perusahaan dan individu meningkat, masih tertinggal dibanding negara maju. Biaya tinggi, kekurangan kompetensi, dan kekhawatiran soal keamanan data menjadi hambatan utama. Di tengah itu, potensi jangka pendek terletak pada penerapan AI kecil—teknologi yang sudah ada dan dapat diakses—khususnya di sektor yang menyerap tenaga kerja besar seperti pariwisata dan agribisnis. Rekomendasi utama meliputi penguatan infrastruktur digital dan energi, peningkatan kapasitas keterampilan, serta peran aktif pemerintah sebagai pengguna dan regulator untuk mempercepat transformasi inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

TBPKP Bukan STNK, Ini Fungsi dan Isi Dokumen Penting di Belakang STNK
TBPKP adalah bukti pelunasan pajak kendaraan yang berbeda dari STNK, berlaku satu tahun dan harus disimpan bersama dokumen utama.
6 Oktober 2026

Aturan Keberatan Pajak Diperbarui, Ini Perubahan Kunci
Pemerintah resmi keluarkan peraturan baru yang memperjelas tata cara keberatan, pengurangan, dan penghapusan sanksi pajak, termasuk mekanisme permintaan data dan pemutihan sementara.
6 Oktober 2026

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,2%
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 dinaikkan Bank Dunia menjadi 5,2%, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya dan unggul atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik.
6 Oktober 2026

Pengalihan Utang KCIC ke Kemenkeu Terus Berjalan
Proses pengalihan kewajiban fiskal proyek kereta cepat Whoosh ke Kementerian Keuangan terus berlangsung, dengan fokus utama pada kelancaran operasional tanpa beban berat bagi anggaran negara.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Honda Uji Coba Pengisian Listrik Mobil Saat Melaju di Jalan Tol
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.29 WITA

Anthropic Gagal Lobi Vatikan Soal Kesadaran AI
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Mogok Nasional 24 Jam Didesain untuk Keadilan Perumahan dan Upah
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Asia Timur dan Pasifik Hadapi Tantangan Pertumbuhan 2026
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Puan Sahkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Menkeu Tekankan Peran Bea Cukai Jaga Ekonomi dan Penerimaan Negara
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.21 WITA

Rupiah Menguat Tipis di Pembukaan, Dolar AS Terkoreksi ke Rp17.875
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.21 WITA

BEI Pantau Ketat Tiga Saham Akibat Kenaikan Tak Wajar
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.21 WITA

