Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lima Kebiasaan Sehari-hari yang Berdampak pada Kesehatan

Kebiasaan sederhana seperti duduk terlalu lama, kurang tidur, konsumsi gula berlebihan, tidak mencuci tangan, dan menunda perawatan gigi berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan jika dilakukan terus-menerus.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 09.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Lima Kebiasaan Sehari-hari yang Berdampak pada Kesehatan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kesehatan tubuh tidak selalu ditentukan oleh perubahan besar, melainkan seringkali dipengaruhi oleh kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari secara konsisten. Aktivitas seperti duduk berjam-jam tanpa jeda, tidur kurang dari tujuh jam, sering mengonsumsi minuman dan makanan manis, tidak mencuci tangan pada waktu krusial, serta menunda perawatan gigi, sebenarnya sering diabaikan meski berdampak signifikan terhadap kesehatan jangka panjang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi aktivitas sedentari—seperti duduk dalam waktu lama—sebagai faktor risiko utama terhadap penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan kanker. Oleh karena itu, penting untuk menyisihkan waktu beberapa menit setiap jam untuk berdiri atau berjalan ringan demi mengurangi dampak dari gaya hidup yang minim gerak.

Kurang tidur juga menjadi perhatian utama, terutama karena data dari Amerika Serikat menunjukkan hampir tiga perempat orang dewasa tidur kurang dari batas ideal. Kurang tidur tidak hanya mengganggu konsentrasi, tetapi juga meningkatkan risiko obesitas dan gangguan mental seperti depresi. Menjaga pola tidur yang teratur dan memenuhi kebutuhan tidur minimal tujuh jam per malam menjadi kunci menjaga fungsi tubuh secara optimal.

Konsumsi gula yang tinggi, khususnya dari minuman manis dan camilan olahan, menjadi salah satu penyebab utama kenaikan risiko penyakit tidak menular. WHO menyarankan batas maksimal asupan gula bebas di bawah 10 persen dari total energi harian, dan idealnya ditekankan hingga di bawah 5 persen untuk manfaat kesehatan lebih besar. Mengatur frekuensi dan jumlah konsumsi gula, bukan menghilangkan sepenuhnya, menjadi pendekatan yang lebih realistis dan berkelanjutan.

Selain itu, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik pada waktu-waktu penting—seperti sebelum makan, setelah ke toilet, atau setelah batuk atau bersin—dapat secara signifikan menekan penyebaran infeksi. Sementara itu, kesehatan gigi yang terabaikan justru bisa menimbulkan masalah serius seperti karies, yang menyerang sekitar 3,7 miliar orang di dunia menurut data WHO. Rutinitas menyikat gigi dengan pasta berfluoride, membatasi gula, dan pemeriksaan rutin menjadi langkah penting dalam pencegahan dini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya