Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mantan Agen Mata Uang Ilegal Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Konglomerat Zimbabwe Wicknell Chivayo dan istrinya meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter di sekitar Harare, menimbulkan kehebohan lantaran rekam jejak bisnis kontroversial dan keterlibatannya dalam proyek pemerintah besar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 09.22 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 13x dibuka
Mantan Agen Mata Uang Ilegal Tewas dalam Kecelakaan Helikopter📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Wicknell Chivayo, mantan agen yang pernah beroperasi ilegal di jalanan Harare, tewas bersama istrinya, Lucy Muteke, dalam kecelakaan helikopter di wilayah tenggara ibu kota Zimbabwe pada Rabu, 30 September. Peristiwa tersebut mengguncang publik, terutama karena Chivayo dikenal sebagai tokoh kunci dalam lingkaran kekuasaan dan ekonomi negara, serta pendukung setia Presiden Emmerson Mnangagwa. Kehadirannya dalam berbagai kebijakan strategis dan proyek infrastruktur nasional membuat kematian mendadaknya menjadi perhatian luas.

Chivayo membangun karier bisnisnya dari latar belakang yang tidak biasa—dari aktivitas perdagangan mata uang asing secara ilegal hingga menjadi pengusaha besar yang mengelola perusahaan Intratrek Zimbabwe. Salah satu proyek paling menonjol yang diinisiasinya adalah Proyek Tenaga Surya Gwanda, yang diberi anggaran 200 juta dolar AS (setara Rp3,5 triliun). Namun, proyek tersebut tidak pernah terealisasi meski telah menerima uang muka besar, yang kemudian memicu dakwaan penipuan dan pencucian uang terhadap Chivayo pada 2018. Meski demikian, tuduhan tersebut akhirnya dinyatakan tidak berdasar dan dibatalkan.

Selain itu, Chivayo sempat menjadi sorotan karena dugaan keterlibatan dalam skema politik untuk mendukung kemenangan pemilu nasional tahun 2023. Ia sempat diperiksa secara hukum, namun akhirnya dibebaskan tanpa tuntutan. Sejarah hukumnya yang rumit mencerminkan dinamika kompleks antara kekuasaan, bisnis, dan korupsi di tingkat atas Zimbabwe. Pada 2004, ia juga pernah dipenjara selama tiga tahun karena penipuan dalam transaksi keuangan.

Ia dikenal luas karena gaya hidup mewah dan kebiasaan membagikan hadiah eksklusif kepada kolega, pejabat, tokoh agama, bahkan pengikut media sosial. Chivayo kerap mengunggah foto bersama para pemimpin Afrika, menegaskan posisinya sebagai tokoh penting dalam jaringan kekuasaan regional. Kematian mendadaknya menandai akhir dari sosok yang memadukan kekayaan, pengaruh politik, dan gaya hidup kontroversial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya