Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Suspending Lima Saham, Fokus Perlindungan Investor dan Stabilitas Pasar

Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan lima saham mulai 6 Oktober 2026 demi menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor dari volatilitas ekstrem.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
BEI Suspending Lima Saham, Fokus Perlindungan Investor dan Stabilitas Pasar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menangguhkan perdagangan lima emiten secara bersamaan mulai Sesi Pra-Pembukaan pada Selasa, 6 Oktober 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk mencegah gejolak pasar dan menjamin keberlanjutan transaksi yang sehat, terutama dalam kondisi fluktuasi harga yang tidak wajar. Tindakan suspensi diterapkan di semua pasar, termasuk pasar reguler, tunai, dan negosiasi, sesuai dengan aturan pengendalian pasar.

Tiga saham mengalami kenaikan harga spektakuler dalam periode singkat, yang menjadi alasan utama suspensi. Saham PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ), emiten bioskop, melonjak 142,6% dalam sepekan, mencapai level 4.500 per saham. PT Artha Mahiya Investama Tbk. (AIMS), emiten batu bara, naik 70,45% dalam waktu satu minggu, menyentuh harga 825 per saham. Sementara itu, PT Paragon Karya Perkasa Tbk. (PKPK), yang bergerak di sektor jasa tambang dan alat berat, mengalami kenaikan 55,25% dalam sebulan terakhir, berada di level 6.800 per saham.

Selain alasan volatilitas, dua emiten lain diberhentikan sementara karena kondisi keuangan yang mengkhawatirkan. PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), perusahaan BUMN bidang konstruksi, mengalami risiko going concern setelah menunda pembayaran bunga obligasi dan sukuk yang seharusnya dilakukan pada 2 Oktober 2026. Penundaan pembayaran terhadap Obligasi Berkelanjutan III PTPP Tahap I Seri B dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PTPP Tahap I Seri B memicu kekhawatiran atas kelangsungan usahanya.

Sementara itu, PT Aksara Global Development Tbk. (GAMA), emiten properti, juga mengalami suspensi karena adanya indikasi ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan terhadap kemampuannya bertahan sebagai entitas yang terus beroperasi. Sebelumnya, perdagangan saham GAMA telah dihentikan di pasar reguler dan tunai, kini diperluas ke pasar negosiasi. Suspensi berlaku hingga ada pengumuman resmi lebih lanjut dari BEI.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya