Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Bayar Iklan Pemilu Sendiri Setelah Dikecam Gunakan Dana Pajak

Presiden AS Donald Trump menyatakan akan membiayai iklan politik menjelang pemilu sela dengan uang pribadinya setelah kritik atas penggunaan dana pajak untuk promosi dirinya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Trump Bayar Iklan Pemilu Sendiri Setelah Dikecam Gunakan Dana Pajak📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Donald Trump mengumumkan keputusan untuk menanggung seluruh biaya iklan kampanye menjelang pemilu sela November mendatang secara pribadi, tanpa memanfaatkan anggaran negara. Dalam pernyataan di platform media sosial miliknya, Trump menegaskan bahwa dana yang digunakan berasal dari pendapatan pribadinya untuk gerakan MAGA, bukan dari anggaran pemerintah. Keputusan ini diambil setelah publik dan tokoh politik menyoroti ketidaksesuaian penggunaan dana pajak untuk promosi politik pribadi.

Sebelumnya, iklan-iklan yang disiarkan oleh Gedung Putih menampilkan Trump dengan narasi yang menekankan keberhasilan kebijakan dan ancaman terhadap perubahan sistem politik di AS. Salah satu iklan terkenal menampilkan pernyataan bahwa "Amerika tidak akan pernah menjadi negara komunis", disertai musik dengan lirik "Love Me", serta tulisan di layar bahwa iklan tersebut "dibayar oleh pemerintah AS". Konten tersebut memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak, termasuk anggota kongres dari kedua partai utama.

Senator Republik John Kennedy menyoroti ketidakwajaran penggunaan uang rakyat untuk promosi presiden secara pribadi, menyatakan bahwa hal itu melanggar prinsip dasar demokrasi. Sementara Senator Demokrat John Hickenlooper menilai iklan tersebut sebagai bentuk propaganda yang ilegal dan bertentangan dengan nilai-nilai inti Amerika Serikat. Kedua tokoh menekankan bahwa publik tidak boleh dijadikan alat untuk kampanye politik pribadi, terlebih jika menggunakan sumber daya negara.

Dengan keputusan membayar sendiri iklan kampanye, Trump berharap dapat menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan keberpihakan terhadap pendukungnya. Namun, langkah ini juga menunjukkan ketegangan yang semakin dalam antara kebijakan pemerintah dan standar etika politik dalam sistem demokrasi AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya