Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan untuk Produksi Bioetanol E20
Pemerintah menyiapkan 2 juta hektare lahan di berbagai wilayah untuk mendukung produksi bioetanol guna mencapai target E20 pada 2028.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah mempersiapkan ekspansi perkebunan bahan baku etanol, termasuk tebu dan singkong, sebagai bagian dari strategi pengembangan energi berkelanjutan. Langkah ini diambil untuk mendukung program pencapaian campuran bahan bakar minyak (BBM) berbasis nabati sebesar 20 persen (E20) pada tahun 2028. Menteri Koordinator Bidang Pangan menyatakan bahwa peningkatan produksi etanol harus dilakukan tanpa mengganggu pasokan gula nasional, sehingga perlu penambahan lahan baru yang terkelola secara efisien.
Dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, disepakati bahwa dalam dua tahun ke depan, Indonesia harus sudah mampu memproduksi bioetanol E20 secara mandiri. Presiden menugaskan Menteri Pertanian untuk menyusun rencana alokasi lahan, sementara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara diminta menyiapkan infrastruktur industri pengolahan etanol. Fokus utama akan diberikan pada tanaman tebu, yang dianggap paling potensial untuk produksi skala besar.
Lahan yang akan dimanfaatkan mencakup wilayah di Kalimantan, Sumatra, Papua, dan Jawa, dengan total luas sekitar 2 juta hektare. Penentuan lokasi ini berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan bersama BUMN dan kementerian terkait. Keterbatasan lahan sebelumnya menjadi tantangan utama, namun dengan koordinasi antarinstansi, pemerintah optimistis dapat mengatasi kendala tersebut.
Pencapaian E20 bukan hanya menjadi tujuan jangka menengah, tetapi juga menjadi fondasi bagi langkah lebih jauh menuju E50 dalam jangka panjang. Sejalan dengan itu, pemerintah juga terus memperluas penerapan B50 dan mendorong transformasi sektor listrik ke energi terbarukan. Tujuannya adalah menciptakan ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Pendekatan ini diharapkan mampu menyeimbangkan kebutuhan energi, kemandirian industri, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan komitmen kuat dari berbagai sektor, Indonesia berupaya menjadi pemain utama dalam pengembangan bahan bakar nabati di kawasan Asia Tenggara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pelayanan Apostille Pernikahan ke Hungaria Difasilitasi di Babel
Kanwil Kemenkum Babel memfasilitasi proses apostille dokumen pernikahan untuk warga yang akan menikah di Hungaria, menjamin kelancaran administrasi lintas negara.
6 Oktober 2026

Prabowo Serahkan Perkara Ijazah Gibran ke MK
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sepenuhnya penyelesaian perkara syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada Mahkamah Konstitusi tanpa intervensi.
6 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Segera Atur Standar Hijau untuk Data Center
IESR mendesak pemerintah mempercepat regulasi standar lingkungan, sosial, dan energi bagi data center guna mencegah krisis air dan emisi akibat pertumbuhan proyek tanpa pengawasan.
6 Oktober 2026

Perlindungan Konsumen Digital Diperkuat, Pemerintah Diminta Segera Atur Mekanisme Netral
Koalisi masyarakat sipil mendesak pemerintah memperkuat perlindungan konsumen dari scam melalui regulasi yang menjamin keadilan dalam sengketa transaksi digital.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Elektrifikasi Transportasi dan Rumah Tangga Jadi Lompatan Emisi
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.24 WITA

WNA Belarus Dihadapkan ke Pengadilan atas Kasus Narkoba di Bali
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.24 WITA

Biaya Hunian Picu Korban Kebutuhan Pokok Global
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.23 WITA

Satgas PKH Serahkan Rp13,24 Triliun ke Kas Negara
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.23 WITA

Layanan Keimigrasian di MPP Nusantara Diperkuat untuk Dukung IKN
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.23 WITA

Kopi Pesan Trend Jadi Pilar Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.23 WITA

Penertiban Hutan Selamatkan Rp400 Triliun dari Kerugian Negara
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.22 WITA

Main HP Saat Petir? Mitos yang Perlu Dibongkar
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.22 WITA

