Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

7 Kebiasaan Harian untuk Menjaga Kesehatan Mental

Menjaga kesehatan mental bisa dimulai dari langkah sederhana seperti mengenali pemicu stres, beristirahat teratur, dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 21.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
7 Kebiasaan Harian untuk Menjaga Kesehatan Mental📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Stres yang berkepanjangan akibat tekanan pekerjaan, keuangan, atau hubungan sosial dapat mengganggu keseimbangan psikologis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari satu miliar orang di dunia mengalami gangguan kesehatan mental, menegaskan pentingnya menjaga kesejahteraan mental sebagai bagian integral dari kesehatan secara menyeluruh. Respons terhadap stres memang wajar, namun ketika berlangsung terus-menerus, dampaknya bisa menyebar ke fisik dan emosional.

Langkah pertama menjaga kesehatan mental adalah mengidentifikasi sumber stres, baik dari pekerjaan, hubungan keluarga, kondisi finansial, maupun tekanan akademik. Mencatat situasi yang memicu ketegangan membantu melihat pola dan menentukan prioritas penyelesaian. WHO menekankan bahwa setiap individu memiliki respons berbeda terhadap tekanan, sehingga pendekatan pengelolaan stres pun harus disesuaikan dengan kebutuhan pribadi.

Mengatur waktu istirahat secara konsisten menjadi kunci penting. Istirahat bukan hanya soal tidur, tetapi juga jeda dari aktivitas, berjalan santai, atau membatasi paparan informasi. WHO menyarankan kebiasaan harian yang teratur, termasuk waktu makan, olahraga ringan, interaksi sosial, dan aktivitas rekreasi, untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental. Tidur yang cukup dan teratur juga wajib, karena kurang tidur meningkatkan risiko kelelahan, gangguan konsentrasi, dan penurunan daya tahan mental.

Aktivitas fisik secara rutin, meski ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda, telah terbukti mengurangi gejala cemas dan memperbaiki kualitas tidur. CDC menunjukkan hubungan positif antara gerakan tubuh dan kesejahteraan psikologis, termasuk penurunan risiko depresi jangka panjang. Di sisi lain, menahan beban sendiri tidak disarankan; berbagi perasaan dengan orang terpercaya seperti keluarga atau teman dapat mengurangi rasa terisolasi dan memperkuat dukungan sosial.

Paparan berlebihan terhadap media sosial dan berita negatif juga perlu dibatasi. WHO dan CDC menyarankan membatasi waktu menonton berita atau mengakses media digital jika aktivitas tersebut memperburuk stres. Membuat jeda dari gadget, mematikan notifikasi, atau melakukan digital detox bisa memberi ruang bagi pikiran untuk pulih. Ketika gejala mental mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater menjadi langkah bijak. Kementerian Kesehatan menganjurkan skrining kesehatan jiwa minimal setahun sekali sebagai upaya deteksi dini.

Menjaga kesehatan mental bukan berarti menghilangkan semua masalah, melainkan membangun ketahanan melalui kebiasaan sehari-hari. Dengan mengenali stres, beristirahat, aktif secara fisik, menjaga hubungan sosial, dan mengakui kapan perlu bantuan, seseorang dapat lebih tangguh menghadapi tekanan hidup. WHO menegaskan bahwa strategi yang efektif untuk menjaga dan memulihkan kesehatan mental sudah tersedia dan dapat diadaptasi dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya