Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perkuat Industri Mobil Listrik dengan TKDN 80 Persen Tahun 2030

Pemerintah menetapkan target TKDN 80 persen untuk mobil listrik pada 2030 sebagai langkah strategis membangun ekosistem lokal berbasis nikel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 21.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Indonesia Perkuat Industri Mobil Listrik dengan TKDN 80 Persen Tahun 2030📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perindustrian resmi menetapkan ambang batas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 80 persen untuk kendaraan listrik berbasis baterai mulai tahun 2030. Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan yang dirancang secara bertahap untuk memastikan kemandirian industri dalam negeri. Pada 2026, target TKDN ditetapkan sebesar 40 persen, naik menjadi 60 persen pada periode 2027 hingga 2029, sebelum mencapai puncaknya di 2030.

Tujuan utama kebijakan ini adalah menggeser posisi Indonesia dari sekadar pasar konsumen menjadi pelaku utama dalam rantai nilai industri kendaraan listrik global. Dengan memperkuat komponen lokal, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada impor dan mendorong tumbuhnya perusahaan dalam negeri yang mampu menyediakan komponen kritis.

Penggunaan baterai berbasis nikel menjadi fokus strategis, mengingat Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Pemanfaatan sumber daya alam ini diharapkan mampu menarik investasi besar dalam berbagai tahap, mulai dari pengolahan nikel hingga produksi anoda dan katoda, perakitan baterai, hingga proses daur ulang. Dengan demikian, seluruh ekosistem industri dapat berjalan secara komprehensif di dalam negeri.

Untuk mendukung kesiapan industri lokal, Kemenperin menyediakan pendampingan melalui sertifikasi, pelatihan teknis, serta penetapan standar kompetensi. Langkah ini ditujukan agar perusahaan dalam negeri dapat bersaing secara global dan memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan. Pihak terkait optimistis, dengan potensi sumber daya alam dan strategi kebijakan yang jelas, Indonesia mampu menjadi salah satu pusat produksi kendaraan listrik utama di kawasan ASEAN bahkan dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya