Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purun Lokal Jadi Pundi Ekonomi Perajin

Siswa SMA kelas 12 kembangkan rumput purun menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, melibatkan 126 perajin di 15 desa dengan peningkatan pendapatan hingga 150 persen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 21.10 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
Purun Lokal Jadi Pundi Ekonomi Perajin📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pelajar kelas 12 dari Kalimantan Selatan menciptakan inovasi berbasis kearifan lokal dengan mengolah rumput purun menjadi berbagai produk fungsional seperti tas, organizer digital, dan aksesori rumah tangga. Tanaman yang tumbuh subur di lahan basah seperti rawa dan gambut ini dijadikan bahan baku utama dalam proyek wirausaha sosial bernama Gaia Weave, yang didirikan pada 2025 setelah penelusuran lapangan terhadap potensi ekonomi dari sumber daya alam lokal.

Purun, yang memiliki siklus panen antara tiga hingga enam bulan, kini menjadi fondasi dari model ekonomi berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendekatan hulu-hilir, material ini diproses dan dianyam oleh perajin lokal sebelum diolah menjadi produk siap pasaran. Saat ini, 126 perajin dari 15 desa telah terlibat dalam kemitraan, dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 6.000 unit per bulan, tersebar di sekitar 100 ritel.

Hasilnya signifikan: pendapatan perajin meningkat dari Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan menjadi Rp2,7 juta hingga Rp3 juta. Bagi perajin yang juga petani, pekerjaan menganyam dilakukan di rumah setelah selesai bekerja di sawah, memberikan pendapatan tambahan mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per hari. Salah satu perajin, Idang, menyebut bahwa keterampilan yang selama ini hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga kini menjadi sumber pendapatan aktif dan berkelanjutan.

Alexandra, pendiri Gaia Weave, menekankan bahwa ekonomi sirkular bukan hanya soal material yang bisa didaur ulang, tetapi juga soal keadilan dalam rantai pasok. Ia berharap pengembangan purun sebagai material modern dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan lingkungan asal bahan. Upaya edukasi tentang keberlanjutan dan keterampilan perajin terus diperluas melalui media digital, dengan target menjangkau lebih dari 1.000 perajin pada 2030.

Di masa depan, Gaia Weave juga menargetkan kemitraan B2B dengan perhotelan mewah internasional dan pasar ekspor, serta pengembangan sistem ketertelusuran produk berbasis QR. Dengan sistem ini, konsumen dapat mengetahui asal produk, perajin pembuat, hingga lanskap tempat purun tumbuh. Tujuan utama bukan sekadar memproduksi barang, melainkan menunjukkan bahwa inovasi berbasis material lokal bisa menjadi jembatan antara kebutuhan pasar modern, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya