Anggaran Kemenko Hilirisasi Energi Mulai Disiapkan dari Kementerian ESDM
Anggaran operasional Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sedang dalam proses penataan, dengan pendanaan awal berasal dari Kementerian ESDM.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 21.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah telah memulai proses penataan anggaran untuk Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, yang baru saja dibentuk sebagai bagian dari struktur kabinet terbaru. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa pendanaan awal untuk operasional kemenko tersebut akan diprioritaskan dari anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proses ini mencakup penentuan bagian anggaran (BA), tata kelola, serta mekanisme administrasi yang akan diatur secara sistematis.
Menurut Suahasil, penataan anggaran menjadi langkah penting menyusul terbentuknya struktur kemenko baru. Ia menekankan bahwa keberadaan kantor, alokasi dana, dan biaya operasional harus segera dipenuhi agar fungsi kemenko dapat berjalan optimal. “Pasti harus dimulai, begitu kantor sudah berdiri dan anggaran tersedia, maka semua komponen operasional harus segera dilengkapi,” ujarnya saat dikonfirmasi di kompleks Istana Kepresidenan.
Bahlil Lahadalia, yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, mengambil alih pengelolaan anggaran dari Kementerian ESDM. Suahasil menilai Bahlil telah menunjukkan kinerja baik dalam menangani anggaran sebelumnya, yang menjadi dasar kepercayaan pemerintah atas kinerjanya dalam posisi baru ini. Penataan lebih lanjut terkait struktur keuangan masih dalam tahap perencanaan, termasuk penentuan mekanisme pengelolaan dan pengawasan anggaran secara menyeluruh.
Pelantikan Bahlil dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026. Ia menjabat sekaligus sebagai Menteri ESDM, dengan arahan langsung dari Presiden untuk merangkap kedua jabatan. Sebelumnya, Bahlil pernah menjabat Menteri ESDM dalam periode sebelumnya, dan kembali dilantik pada 21 Oktober 2024 untuk masa jabatan 2024–2029. Selain kemenko baru, pemerintah juga mempersiapkan pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) atau Lembaga Penyelenggara Reforma Agraria (LPRA) sebagai tindak lanjut dari RUU Pengaturan Reforma Agraria yang telah disahkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

EMAS Cairkan Rp6,5 Triliun untuk Anak Usaha Dorong Operasional Tambang
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyalurkan pinjaman Rp6,5 triliun kepada anak usahanya untuk mendukung operasional, modal kerja, dan pengembangan proyek emas di Gorontalo.
4 Oktober 2026

Kekayaan Tambang RI Capai Rp71,5 Triliun, Dominasi Batu Bara Masih Kunci Pendapatan
Indonesia memiliki potensi kekayaan tambang mineral dan batu bara senilai Rp71,5 triliun, dengan batu bara menyumbang dua per tiga total nilai, meski pendapatan tahunan dari sektor ini tergolong rendah.
4 Oktober 2026

Prabowo Dorong Hilirisasi Energi Lewat Kemenko Baru
Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi bertujuan mempercepat eksekusi program Asta Cita, dengan konsolidasi kebijakan di bawah koordinasi tunggal.
4 Oktober 2026

Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi respons strategis terhadap tantangan global dan komitmen transformasi energi berkelanjutan.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

52 Perusahaan Denda, OJK Perkuat Perlindungan Konsumen
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Eri Budiono Mundur Sebagai Direktur Utama Bank Neo Commerce
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

IHSG Melemah 2026, OJK Sebut Faktor Global dan Domestik
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Komite Basel Soroti Risiko AI dan Perkuat Pengawasan Perbankan Global
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Pembiayaan Pegadaian Naik 44,6% Jadi Rp156,6 Triliun
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

KDKMP Percepat Ekonomi Desa dengan Rantai Distribusi Lebih Efisien
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.917 per Dolar AS pada Sore Hari
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

IHSG Melonjak 1,36% ke Level 6.118 di Akhir Pekan
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

