Prabowo Dorong Hilirisasi Energi Lewat Kemenko Baru
Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi bertujuan mempercepat eksekusi program Asta Cita, dengan konsolidasi kebijakan di bawah koordinasi tunggal.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 17.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto melalui keputusan presiden tahun 2026 menciptakan struktur baru dalam pemerintahan dengan membentuk Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi sektor energi nasional, khususnya dalam memperkuat nilai tambah dari sumber daya alam melalui proses hilirisasi. Fokus utama kementerian koordinator ini adalah mengintegrasikan berbagai kebijakan lintas sektor agar pelaksanaan program berjalan lebih efisien dan terkoordinasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus menjabat sebagai Menteri Koordinator, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa pembentukan kemenko tersebut merupakan bentuk realisasi dari program Asta Cita pemerintahan. Menurutnya, dengan adanya koordinasi langsung di tingkat kementerian koordinator, proses pengambilan keputusan terkait investasi dan eksekusi proyek hilirisasi dapat dilakukan lebih cepat. Ia menegaskan bahwa kemenko akan menjadi pusat pengoordinasian, bukan pengganti kementerian teknis.
Bahlil menekankan bahwa kantor tetap berada di Kementerian ESDM karena sekitar 90 persen total investasi dalam hilirisasi berasal dari sektor energi dan mineral. Dengan demikian, keberadaan kemenko yang merangkap jabatan ini diharapkan mempercepat sinkronisasi antara kebijakan, regulasi, dan realisasi proyek. Ia menambahkan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi akan berada di bawah koordinasi kemenko, bukan sebagai otoritas independen.
Proses pelantikan dilakukan di Istana Negara, di mana Bahlil menyatakan kesiapannya menjalankan amanat Presiden sesuai keputusan presiden yang telah ditetapkan. Ia menyebut tugas ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dan akan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Seluruh kebijakan dan langkah operasional akan berpedoman pada ketentuan yang tercantum dalam Keppres tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi respons strategis terhadap tantangan global dan komitmen transformasi energi berkelanjutan.
3 Oktober 2026

Kemenko Baru Dorong Akselerasi Transisi Energi dan Hilirisasi
Pembentukan Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi diharapkan mempercepat realisasi PLTS 100 GWp dan memperkuat koordinasi lintas sektor demi optimalisasi nilai tambah industri.
3 Oktober 2026

50 Tambang Nikel di Sultra Terancam Denda Rp80,19 Triliun
Sebanyak 50 perusahaan tambang nikel di Sulawesi Tenggara tercatat berpotensi dikenai denda administratif senilai Rp80,19 triliun akibat operasi di kawasan hutan tanpa izin, dengan sebagian besar masih menunggak pembayaran.
3 Oktober 2026

Sinergi Hilirisasi dan Perindustrian Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Kolaborasi antara koordinasi hilirisasi dan penguatan industri diharapkan jadi pilar utama pencapaian visi ekonomi Presiden Prabowo, dengan fokus pada nilai tambah, lapangan kerja, dan kemandirian produksi nasional.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru, Perkuat Kabinet Ekonomi
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Prabowo Lantik Saleh Mustafa Jadi Wamentan, Isi Posisi Kosong Sejak Sudaryono Pindah
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Aryanto Wibowo Dilantik Jadi Wakil Kepala BPKP
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Pelantikan Dua Wamenkeu Baru Perkuat Kebijakan Fiskal
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Saleh Mustafa Dilantik Jadi Wamentan dalam Reshuffle Kabinet
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Dradjad Wibowo Resmi Jabat Wamenko Perekonomian
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Irwan Meilano Jabat Wamen KKP, Dari Akademisi ITB ke Kabinet Prabowo
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.966 per Dolar AS pada Akhir Perdagangan Kamis
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.51 WITA

