Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saleh Mustafa Dilantik Jadi Wamentan dalam Reshuffle Kabinet

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa resmi menjabat wakil menteri pertanian dalam reshuffle kabinet, menggantikan Sudaryono yang dipindahkan ke BGN.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Saleh Mustafa Dilantik Jadi Wamentan dalam Reshuffle Kabinet📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian dalam rangkaian reshuffle kabinet besar-besaran yang dilakukan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Keputusan pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026, yang menetapkan pengangkatan dan pemberhentian sejumlah menteri dan wakil menteri dalam periode Kabinet Merah Putih 2024–2029. Jabatan yang diisi Saleh sebelumnya kosong setelah Sudaryono dipindahkan menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebelum dilantik, Saleh menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), posisi yang kini ditinggalkan untuk memperkuat struktur kementerian pertanian. Ia memiliki latar belakang militer yang kuat, dengan karier yang dimulai sejak lulus Akademi Militer (Akmil) pada 1991. Lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 14 Maret 1969, Saleh telah menempuh berbagai jabatan strategis di bidang infanteri dan operasi militer.

Salah satu pengalaman kunci dalam karier militer Saleh adalah pernah menjabat sebagai Kepala Staf Komando Operasi Gabungan Wilayah II. Ia juga turut terlibat dalam operasi militer besar, termasuk Operasi Tinambola yang kemudian dikenal sebagai Operasi Madago Raya. Operasi tersebut diluncurkan sejak 2016 di Poso, Sulawesi Tengah, dengan tujuan menumpas jaringan Mujahidin Indonesia Timur. Pengalaman ini menunjukkan kemampuannya dalam mengelola operasi lintas instansi dan krisis keamanan.

Dengan latar belakang militer dan pengalaman operasional, Saleh diharapkan mampu membawa pendekatan disiplin dan efisiensi dalam pengelolaan sektor pertanian. Penunjukannya menandai upaya pemerintah memperkuat koordinasi antarlembaga dan meningkatkan kinerja program strategis pertanian di tengah tantangan kenaikan harga pangan dan ketahanan pangan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya