Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.966 per Dolar AS pada Akhir Perdagangan Kamis

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.966 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis sore, melemah 0,40 persen dibandingkan sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 17.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.966 per Dolar AS pada Akhir Perdagangan Kamis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (1/10) berada di posisi Rp17.966 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 72 poin atau 0,40 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring penguatan dolar AS di pasar global, yang menekan mata uang emerging market termasuk rupiah. Pergerakan ini sejalan dengan tren pelemahan sejumlah mata uang Asia, seperti peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, dan won Korea Selatan.

Di sisi lain, yuan China menunjukkan penguatan ringan sebesar 0,02 persen, sementara dolar Hong Kong stabil. Di pasar mata uang maju, euro dan poundsterling Inggris mengalami depresiasi masing-masing 0,27 persen, sedangkan dolar Australia dan Kanada melemah 0,17 persen dan 0,11 persen. Franc Swiss menjadi satu-satunya mata uang yang menguat, naik 0,13 persen terhadap dolar AS.

Analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh dua faktor utama: penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (yield Treasury). Ia menekankan bahwa meskipun data perdagangan Indonesia tumbuh lebih kuat dari perkiraan dan inflasi lebih rendah dari estimasi, kedua faktor ini tidak cukup kuat untuk menahan tekanan pelemahan rupiah.

Selain itu, sentimen negatif dari pasar domestik juga turut berkontribusi. Respons investor terhadap perombakan kabinet atau reshuffle kabinet yang dianggap tidak menentu memperkuat suasana risk off, di mana investor lebih memilih aset aman. Hal ini menambah tekanan terhadap rupiah yang sudah terganggu oleh dinamika global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya