Rupiah Melemah ke Rp17.917 per Dolar AS pada Sore Hari
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.917 per dolar AS pada perdagangan Senin sore, melemah 0,20 persen dibandingkan sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah menguatkan posisi melemahnya pada perdagangan sore hari, Senin (5/10), dengan dolar AS diperdagangkan di level Rp17.917. Penurunan ini mencatatkan penurunan sebesar 35 poin atau setara 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang tidak seragam, dengan sejumlah negara melihat mata uangnya menguat, sementara lainnya mengalami tekanan.
Di kawasan Asia, yuan Tiongkok menguat 0,02 persen, yen Jepang naik 0,05 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen. Sebaliknya, peso Filipina turun 0,14 persen, ringgit Malaysia melemah 0,09 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,14 persen, serta won Korea Selatan turun 0,023 persen. Di pasar mata uang global, euro Eropa melemah 0,46 persen, poundsterling Inggris turun 0,05 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,05 persen. Dolar Australia dan dolar Kanada justru menguat masing-masing 0,10 persen dan 0,01 persen.
Menurut analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Kenaikan indeks dolar AS didorong oleh kekhawatiran fiskal di Eropa, terutama terkait kebijakan anggaran pemerintah negara-negara Eropa, serta kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada sentimen pasar global. Tekanan terhadap rupiah pun semakin kencang karena dinamika tersebut.
Pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang tinggi di pasar valuta asing, khususnya di negara berkembang yang terpapar secara langsung oleh fluktuasi dolar AS. Meski demikian, pelemahan rupiah hari ini masih berada dalam kisaran yang terkendali, mengingat tekanan eksternal yang bersifat sementara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

52 Perusahaan Denda, OJK Perkuat Perlindungan Konsumen
OJK menjatuhkan 52 sanksi denda dan 141 peringatan tertulis terhadap pelaku jasa keuangan hingga September 2026, sambil memperkuat edukasi keuangan generasi muda.
5 Oktober 2026

Eri Budiono Mundur Sebagai Direktur Utama Bank Neo Commerce
Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, mengajukan pengunduran diri yang telah direkam dalam pengawasan OJK dan diterima manajemen pada 2 Oktober 2026.
5 Oktober 2026

IHSG Melemah 2026, OJK Sebut Faktor Global dan Domestik
Pelemahan IHSG sepanjang 2026 dipengaruhi kombinasi tekanan global dan domestik, termasuk inflasi, suku bunga tinggi, serta dinamika kebijakan yang memengaruhi kepercayaan investor.
5 Oktober 2026

Komite Basel Soroti Risiko AI dan Perkuat Pengawasan Perbankan Global
Regulator perbankan global menyoroti ancaman baru dari kecerdasan buatan dan memperbarui kerangka pengawasan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembiayaan Pegadaian Naik 44,6% Jadi Rp156,6 Triliun
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

KDKMP Percepat Ekonomi Desa dengan Rantai Distribusi Lebih Efisien
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

IHSG Melonjak 1,36% ke Level 6.118 di Akhir Pekan
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

Menkeu Lantik 17 Pejabat Baru, Tekankan Konsolidasi Tuntaskan APBN 2026
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

BRILink Agen Ria Irawan Dorong Ekonomi Lokal di Pelangiran
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

Proyek Pusat Data AI di Purwakarta Ditangguhkan karena Proses Izin Belum Lengkap
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

OJK Perpanjang Dukungan Kredit untuk Korban Gempa NTT hingga Tiga Tahun
Senin, 5 Oktober 2026, 21.19 WITA

Anggaran Kemenko Hilirisasi Energi Mulai Disiapkan dari Kementerian ESDM
Senin, 5 Oktober 2026, 21.19 WITA

