Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu, Mentan Langsung Turunkan Tim Cek Lapangan
Menteri Pertanian memerintahkan tim khusus dari Badan Pangan Nasional turun ke daerah untuk mengevaluasi lonjakan harga cabai hingga mencapai Rp200 ribu per kg.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 21.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menanggapi langsung kenaikan ekstrem harga cabai yang terjadi di sejumlah wilayah, dengan harga tertinggi mencapai Rp200 ribu per kilogram di Kabupaten Intan Jaya dan Nduga. Ia memerintahkan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional untuk segera melakukan peninjauan lapangan guna mengidentifikasi penyebab kenaikan tersebut dan menyiapkan langkah penanganan mendesak.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik hingga minggu pertama Oktober 2026, harga cabai merah nasional rata-rata mencapai Rp63.913 per kg, naik 11,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan melampaui batas atas harga acuan penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp55 ribu. Kenaikan ini terjadi di 292 kabupaten/kota, dengan harga tertinggi tercatat di Halmahera Timur sebesar Rp193.333 per kg.
Sementara itu, harga cabai rawit nasional rata-rata mencapai Rp86.846 per kg, mengalami kenaikan 10,21 persen dari bulan sebelumnya dan berada di atas HAP konsumen Rp57 ribu. Lonjakan harga terjadi di 259 kabupaten/kota, dengan puncak di Intan Jaya dan Nduga yang mencapai Rp200 ribu per kg. Dari total wilayah, 81,11 persen mengalami kenaikan harga cabai merah, sedangkan 71,94 persen mengalami kenaikan cabai rawit.
Amran juga memperhatikan disparitas harga ayam ras, di mana harga di tingkat peternak justru turun, tetapi harga yang dibayar konsumen tetap tinggi. Ia meminta Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk turun langsung mengevaluasi mekanisme distribusi. Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan harga antara produsen dan konsumen agar tidak terjadi tekanan berkelanjutan.
Menteri menekankan bahwa cabai dan ayam merupakan komoditas strategis yang harus dipantau ketat. Ia meminta agar penanganan kenaikan harga dilakukan secara cepat dan menyeluruh, terutama mengingat potensi tekanan lebih besar pada bulan-bulan mendatang jika tidak segera ditangani.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Perpanjang Dukungan Kredit untuk Korban Gempa NTT hingga Tiga Tahun
OJK berikan keringanan kredit hingga tiga tahun bagi debitur terdampak gempa di delapan kabupaten NTT, dengan penilaian kualitas kredit dan restrukturisasi yang disesuaikan.
5 Oktober 2026

Lisa BLACKPINK Ungkap Perjalanan Solo dalam Dokumenter “Always Lalisa”
Dokumenter “Always Lalisa” menampilkan proses transformasi artis asal Thailand di luar grup BLACKPINK melalui perjalanan musik, akting, dan pencarian identitas pribadi.
5 Oktober 2026

Pertiwi Kembali ke Desa Setelah 20 Tahun, Hadapi Masa Lalu dan Penerimaan yang Tak Sempurna
Film "Empat Musim Pertiwi" tayang 8 Oktober 2026, menggambarkan perjalanan seorang perempuan yang kembali ke kampung halaman setelah dipenjara, menghadapi ingatan masa lalu dan upaya membangun hidup baru di tengah penolakan masyarakat.
5 Oktober 2026

Lima Podcast Terbaik untuk Menemani Perjalanan Jauh
Podcast dengan nuansa obrolan santai dan topik sehari-hari menjadi pilihan utama saat melakukan perjalanan panjang di Indonesia.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

52 Perusahaan Denda, OJK Perkuat Perlindungan Konsumen
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Eri Budiono Mundur Sebagai Direktur Utama Bank Neo Commerce
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

IHSG Melemah 2026, OJK Sebut Faktor Global dan Domestik
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Komite Basel Soroti Risiko AI dan Perkuat Pengawasan Perbankan Global
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Pembiayaan Pegadaian Naik 44,6% Jadi Rp156,6 Triliun
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

KDKMP Percepat Ekonomi Desa dengan Rantai Distribusi Lebih Efisien
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.917 per Dolar AS pada Sore Hari
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

IHSG Melonjak 1,36% ke Level 6.118 di Akhir Pekan
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

