Pertiwi Kembali ke Desa Setelah 20 Tahun, Hadapi Masa Lalu dan Penerimaan yang Tak Sempurna
Film "Empat Musim Pertiwi" tayang 8 Oktober 2026, menggambarkan perjalanan seorang perempuan yang kembali ke kampung halaman setelah dipenjara, menghadapi ingatan masa lalu dan upaya membangun hidup baru di tengah penolakan masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 21.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Putri Marino memerankan tokoh utama dalam film "Empat Musim Pertiwi", sebuah karya baru dari sutradara Kamila Andini yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Ia memerankan Pertiwi, seorang perempuan yang kembali ke desa asalnya setelah dua dekade menjalani hukuman penjara. Kepulangannya bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah tantangan emosional yang kompleks, karena ia harus menghadapi ingatan kolektif warga desa terhadap peristiwa masa lalu yang membawanya ke balik jeruji besi.
Di tengah lingkungan yang belum sepenuhnya menerima kembalinya, Pertiwi menemukan ruang kecil untuk berharap melalui hubungan dengan sejumlah tokoh penting. Mak Ira, digambarkan oleh Christine Hakim, menjadi sosok yang menyediakan kehangatan dan pengertian. Bisma, diperankan Arya Saloka, serta Niken, yang dimainkan Hana Malasan, turut menjadi pelabuhan emosional baginya. Kehadiran mereka menandai awal dari proses penyembuhan yang perlahan terjadi, meski penuh tantangan.
Film ini tidak hanya mengeksplorasi trauma pribadi, tetapi juga menyoroti dinamika keluarga yang berubah seiring waktu, serta ketegangan antara individu dan komunitas. Pertiwi harus menatap kembali hubungan dengan ibunya, digambarkan oleh Hargo Sundari, dan menghadapi ingatan masa muda yang kembali menghantui, ditampilkan melalui peran Shofia Shireen sebagai Pertiwi remaja. Di sela-sela itu, tokoh-tokoh pendukung seperti Kuntet, Raras, dan Garong turut membentuk latar sosial yang kaya, menunjukkan kompleksitas kehidupan desa yang tak lepas dari sejarah dan norma.
Melalui perjalanan Pertiwi, film ini menyampaikan pesan tentang rekonsiliasi diri, keberanian menghadapi masa lalu, dan pencarian makna hidup setelah pengalaman yang menghancurkan. Dengan narasi yang intens dan karya visual yang halus, "Empat Musim Pertiwi" tidak hanya menjadi karya perfilman, tetapi juga refleksi mendalam tentang keadilan, pengampunan, dan kemungkinan untuk mulai kembali dari nol.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Perpanjang Dukungan Kredit untuk Korban Gempa NTT hingga Tiga Tahun
OJK berikan keringanan kredit hingga tiga tahun bagi debitur terdampak gempa di delapan kabupaten NTT, dengan penilaian kualitas kredit dan restrukturisasi yang disesuaikan.
5 Oktober 2026

Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu, Mentan Langsung Turunkan Tim Cek Lapangan
Menteri Pertanian memerintahkan tim khusus dari Badan Pangan Nasional turun ke daerah untuk mengevaluasi lonjakan harga cabai hingga mencapai Rp200 ribu per kg.
5 Oktober 2026

Lisa BLACKPINK Ungkap Perjalanan Solo dalam Dokumenter “Always Lalisa”
Dokumenter “Always Lalisa” menampilkan proses transformasi artis asal Thailand di luar grup BLACKPINK melalui perjalanan musik, akting, dan pencarian identitas pribadi.
5 Oktober 2026

Lima Podcast Terbaik untuk Menemani Perjalanan Jauh
Podcast dengan nuansa obrolan santai dan topik sehari-hari menjadi pilihan utama saat melakukan perjalanan panjang di Indonesia.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

52 Perusahaan Denda, OJK Perkuat Perlindungan Konsumen
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Eri Budiono Mundur Sebagai Direktur Utama Bank Neo Commerce
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

IHSG Melemah 2026, OJK Sebut Faktor Global dan Domestik
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Komite Basel Soroti Risiko AI dan Perkuat Pengawasan Perbankan Global
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Pembiayaan Pegadaian Naik 44,6% Jadi Rp156,6 Triliun
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

KDKMP Percepat Ekonomi Desa dengan Rantai Distribusi Lebih Efisien
Senin, 5 Oktober 2026, 21.21 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.917 per Dolar AS pada Sore Hari
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

IHSG Melonjak 1,36% ke Level 6.118 di Akhir Pekan
Senin, 5 Oktober 2026, 21.20 WITA

