Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rapat Koordinasi Ekspor Komoditas Strategis, Airlangga: Tidak Ada Aturan Baru

Rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian membahas implementasi lanjutan ekspor komoditas strategis melalui DSI sebagai perantara tunggal, tanpa adanya kebijakan baru atau perluasan daftar komoditas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rapat Koordinasi Ekspor Komoditas Strategis, Airlangga: Tidak Ada Aturan Baru📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa rapat koordinasi yang digelar di kantornya pada Senin (5/10/2026) fokus pada evaluasi dan persiapan tahap selanjutnya dalam mekanisme ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis. Rapat ini melibatkan perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Badan Pengelola Investasi, serta PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai entitas utama dalam pengelolaan ekspor.

Airlangga menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak menghasilkan kebijakan atau aturan baru. “Tidak ada aturan baru yang dibahas atau diterbitkan dalam rapat ini,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi. Ia menekankan bahwa fokus utama rapat adalah sinkronisasi langkah teknis dan koordinasi antarlembaga untuk memastikan kelancaran implementasi kebijakan yang telah ada.

Komoditas strategis yang masih menjadi fokus pengawasan melalui DSI tetap terbatas pada tiga jenis, yaitu batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan ferro alloy. Airlangga menegaskan bahwa kebijakan pengelolaan ekspor untuk ketiga komoditas tersebut tetap berlaku sesuai ketentuan yang berlaku saat ini, tanpa perluasan daftar.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis, termasuk Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital serta Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Keterlibatan berbagai kementerian dan lembaga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan ekspor komoditas unggulan secara terpadu dan efisien.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya