Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Telkom Lepas Aset Infrastruktur Rp85,7 T ke InfraNexia

Telkom resmi memisahkan aset infrastruktur senilai Rp85,7 triliun ke anak usaha baru, InfraNexia, untuk memperluas akses dan kolaborasi digital nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Telkom Lepas Aset Infrastruktur Rp85,7 T ke InfraNexia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah menyelesaikan pemisahan aset infrastruktur jaringan senilai Rp85,7 triliun ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Proses ini telah disetujui oleh pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 30 September, dan ditindaklanjuti dengan penandatanganan akta pemisahan di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

InfraNexia kini mengelola lebih dari 90 persen aset jaringan Telkom, termasuk jaringan fiber optik sepanjang 112 ribu kilometer dan sistem komunikasi kabel laut domestik sepanjang 26 ribu kilometer. Dengan cakupan yang luas dan terintegrasi, perusahaan berharap mampu menjadi penyedia infrastruktur terbesar di Indonesia, sekaligus meningkatkan efisiensi dan kontribusi pendapatan bagi segmen bisnis B2B dalam kelompok TelkomGroup.

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, menegaskan bahwa perusahaan akan menerapkan model bisnis open-access dan carrier-neutral melalui dua lini utama: wholesale connectivity dan wholesale FTTx. Pendekatan ini memungkinkan pelaku industri digital, operator telekomunikasi, dan penyedia layanan cloud memanfaatkan infrastruktur tanpa harus membangun jaringan sendiri. Tujuannya adalah menciptakan fondasi digital yang scalable dan siap mendukung transformasi teknologi masa depan, termasuk AI dan data center.

Dalam pernyataannya, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menekankan bahwa konsolidasi aset ini tidak hanya meningkatkan utilitas jaringan, tetapi juga memperluas ruang kolaborasi bagi ekosistem digital nasional. Dengan infrastruktur yang lebih fleksibel dan terintegrasi, InfraNexia diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan layanan digital, mendukung kedaulatan teknologi, serta mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya