Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat

Menteri Investasi Rosan Roeslani menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan Pemprov Jawa Barat terkait penghentian sementara proyek data center BDx di Jatiluhur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Investasi dan Hilirisasi, sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan rencana untuk berdialog langsung dengan pemerintah provinsi Jawa Barat terkait status proyek pembangunan data center BDx di wilayah Jatiluhur. Keputusan ini diambil menyusul penghentian sementara yang dilakukan oleh Pemprov Jabar terhadap kelanjutan pembangunan fasilitas tersebut. Rosan menegaskan bahwa pertemuan akan dilakukan setelah dirinya kembali dari kunjungan luar negeri.

Proyek yang telah resmi dimulai sejak 22 September 2026 ini berlokasi di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dengan rencana pengembangan mencapai 11 hektare. Pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) ini berjarak sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur dan direncanakan memiliki kapasitas hingga 640 megawatt (MW). Seluruh pasokan listrik akan diambil dari jaringan nasional PLN, dengan fokus pada integrasi energi rendah karbon dan pemanfaatan potensi tenaga air bersama PJT.

Pembangunan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Gedung 1 yang memiliki kapasitas awal 120 MW. Operasional awal diharapkan dapat berjalan pada awal 2027, sejalan dengan meningkatnya permintaan infrastruktur digital untuk kebutuhan AI di tingkat nasional. Pemerintah Jawa Barat menyatakan bahwa peninjauan kembali perizinan proyek ini dilakukan karena beberapa izin dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten, yang menurut mereka belum memadai dalam pengawasan lapangan.

Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat menekankan perlunya peningkatan koordinasi antarlevel pemerintahan guna memastikan konsistensi regulasi dan kepatuhan terhadap standar pembangunan berkelanjutan. Meski ada penundaan sementara, pihak terkait tetap menilai proyek ini sebagai bagian penting dari transformasi digital nasional, khususnya dalam memperkuat ekosistem teknologi informasi dan energi hijau.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya