BRI Perkuat Fondasi Keuangan dengan Dana Murah dan Kredit Terkendali
Laba BRI hingga Agustus 2026 capai Rp34,77 triliun, didukung dana murah sebesar 64,8% dari DPK dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga 87%.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perkembangan keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada semester pertama tahun 2026 menunjukkan kinerja solid, ditandai dengan pencapaian laba bersih sebesar Rp34,77 triliun hingga akhir Agustus. Angka ini berasal dari laba sebelum pajak senilai Rp42,57 triliun, yang didukung pendapatan bunga bersih mencapai Rp77,25 triliun. Pendapatan bunga diperoleh dari total pendapatan bunga Rp109,66 triliun, dengan beban bunga yang tercatat sebesar Rp32,41 triliun selama periode tersebut.
Struktur pendanaan BRI terus diperkuat melalui dominasi dana murah, khususnya tabungan yang mencapai Rp623,72 triliun pada akhir Agustus 2026. Gabungan dana giro sebesar Rp449,36 triliun dan deposito senilai Rp582,74 triliun membentuk total dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp1.655,84 triliun. Dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 64,8%, BRI berhasil mempertahankan cost of fund (CoF) sekitar 2,9% secara tahunan, jauh lebih rendah dibanding rata-rata industri.
Pertumbuhan kredit BRI hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.446,98 triliun, setara 87% dari total DPK, menunjukkan efisiensi dalam penyaluran dana. Beban kerugian penurunan nilai aset tercatat sebesar Rp29,94 triliun, menghasilkan cost of credit (CoC) sekitar 3,1% per tahun. Untuk menanggulangi risiko, bank telah membentuk cadangan kerugian sebesar Rp77,09 triliun. Dalam konteks industri, rasio NPL gross sebesar 2,10% dan NPL net 0,81% pada Juli 2026 menunjukkan kualitas aset yang terjaga.
Industri perbankan nasional juga menunjukkan tren positif, dengan DPK tumbuh 10,94% tahunan dan kredit meningkat 13,65% secara tahunan. Kredit investasi menyumbang pertumbuhan tertinggi dengan 25,11%, diikuti kredit modal kerja (11,45%) dan kredit konsumsi (5,07%). Dengan basis likuiditas dan permodalan yang kuat—CAR industri 23,84% dan rasio likuiditas 23,04%—perbankan memiliki ruang ekspansi kredit yang sehat.
Secara keseluruhan, aset BRI mencapai Rp2.127,78 triliun, dengan total liabilitas Rp1.825,35 triliun dan ekuitas sebesar Rp302,43 triliun. Perseroan juga telah menyalurkan dividen sebesar Rp52,10 triliun selama periode berjalan. Dengan struktur pendanaan yang stabil dan kualitas kredit terkendali, BRI mempertahankan posisi sebagai bank dengan fondasi keuangan paling kuat di sektor perbankan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Indeks Harga Saham Gabungan bergerak positif pada awal perdagangan, didukung peluncuran skema short selling yang resmi diberlakukan hari ini.
4 Oktober 2026

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.885 per dolar AS pada awal Oktober, dipengaruhi ekspektasi inflasi domestik dan kekuatan greenback global.
4 Oktober 2026

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Indeks harga saham gabungan turun 0,83% ke level 6.071,14, didorong pelemahan sektor teknologi dan aksi penjualan asing, sementara emiten seperti UNTR dan MORA menunjukkan kinerja positif.
4 Oktober 2026

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Perseroan siap lakukan pembelian kembali saham senilai maksimal Rp2 triliun untuk menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan nilai pemegang saham.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

Garuda Siap Gelar Rights Issue Jumbo untuk Penyehatan Keuangan
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

EMAS Cairkan Rp6,5 Triliun untuk Anak Usaha Dorong Operasional Tambang
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

Sarmuji Janji Benahi Industri Berbasis Tenaga Kerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

BSU 2026 Disiapkan, Cairkan Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.27 WITA

