Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRI Perkuat Fondasi Keuangan dengan Dana Murah dan Kredit Terkendali

Laba BRI hingga Agustus 2026 capai Rp34,77 triliun, didukung dana murah sebesar 64,8% dari DPK dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga 87%.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BRI Perkuat Fondasi Keuangan dengan Dana Murah dan Kredit Terkendali📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perkembangan keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada semester pertama tahun 2026 menunjukkan kinerja solid, ditandai dengan pencapaian laba bersih sebesar Rp34,77 triliun hingga akhir Agustus. Angka ini berasal dari laba sebelum pajak senilai Rp42,57 triliun, yang didukung pendapatan bunga bersih mencapai Rp77,25 triliun. Pendapatan bunga diperoleh dari total pendapatan bunga Rp109,66 triliun, dengan beban bunga yang tercatat sebesar Rp32,41 triliun selama periode tersebut.

Struktur pendanaan BRI terus diperkuat melalui dominasi dana murah, khususnya tabungan yang mencapai Rp623,72 triliun pada akhir Agustus 2026. Gabungan dana giro sebesar Rp449,36 triliun dan deposito senilai Rp582,74 triliun membentuk total dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp1.655,84 triliun. Dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 64,8%, BRI berhasil mempertahankan cost of fund (CoF) sekitar 2,9% secara tahunan, jauh lebih rendah dibanding rata-rata industri.

Pertumbuhan kredit BRI hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.446,98 triliun, setara 87% dari total DPK, menunjukkan efisiensi dalam penyaluran dana. Beban kerugian penurunan nilai aset tercatat sebesar Rp29,94 triliun, menghasilkan cost of credit (CoC) sekitar 3,1% per tahun. Untuk menanggulangi risiko, bank telah membentuk cadangan kerugian sebesar Rp77,09 triliun. Dalam konteks industri, rasio NPL gross sebesar 2,10% dan NPL net 0,81% pada Juli 2026 menunjukkan kualitas aset yang terjaga.

Industri perbankan nasional juga menunjukkan tren positif, dengan DPK tumbuh 10,94% tahunan dan kredit meningkat 13,65% secara tahunan. Kredit investasi menyumbang pertumbuhan tertinggi dengan 25,11%, diikuti kredit modal kerja (11,45%) dan kredit konsumsi (5,07%). Dengan basis likuiditas dan permodalan yang kuat—CAR industri 23,84% dan rasio likuiditas 23,04%—perbankan memiliki ruang ekspansi kredit yang sehat.

Secara keseluruhan, aset BRI mencapai Rp2.127,78 triliun, dengan total liabilitas Rp1.825,35 triliun dan ekuitas sebesar Rp302,43 triliun. Perseroan juga telah menyalurkan dividen sebesar Rp52,10 triliun selama periode berjalan. Dengan struktur pendanaan yang stabil dan kualitas kredit terkendali, BRI mempertahankan posisi sebagai bank dengan fondasi keuangan paling kuat di sektor perbankan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya