Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sarmuji Janji Benahi Industri Berbasis Tenaga Kerja

Menteri Perindustrian baru, Muhammad Sarmuji, berkomitmen memetakan dan memperbaiki sektor industri yang menyerap tenaga kerja dan menjadi pendorong ekonomi nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sarmuji Janji Benahi Industri Berbasis Tenaga Kerja📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan fokus utamanya pada pembenahan struktur industri yang mampu menciptakan lapangan kerja secara luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyatakan bahwa sektor industri harus berfungsi sebagai daya ungkit utama dalam perekonomian nasional, dengan langkah strategis berupa identifikasi masalah dan penyelesaian bertahap terhadap hambatan yang menghambat kinerjanya.

Di antara sektor yang disebut akan menjadi prioritas, Sarmuji menyoroti industri tekstil dan sepatu sebagai contoh konkret yang memiliki potensi tinggi dalam penyerapan tenaga kerja dan kontribusi terhadap ekspor. Ia menekankan perlunya dukungan kebijakan yang sinergis untuk memperkuat daya saing industri dalam negeri, khususnya di sektor padat karya yang masih banyak menyerap tenaga kerja lokal.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Sarmuji menyatakan perlu kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Investasi, Perdagangan, Keuangan, dan Hilirisasi. Koordinasi dengan Kementerian Investasi akan diperlukan untuk mempercepat aliran modal, sementara Kementerian Perdagangan diharapkan membantu menyusun kebijakan impor yang tepat guna, termasuk meninjau kembali kebutuhan impor produk yang sebenarnya bisa diproduksi dalam negeri.

Pihaknya juga akan mengajukan insentif fiskal kepada Kementerian Keuangan guna mendorong pertumbuhan industri, sekaligus memperkuat agenda hilirisasi yang menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi. Meski belum menentukan struktur organisasi definitif, Sarmuji menyebut kemungkinan kementeriannya akan berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang baru dibentuk.

Sarmuji menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita dalam jabatan ini. Sebelum menjabat menteri, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar periode 2024–2029 dan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI, dengan latar belakang pengalaman politik dan administrasi yang mendalam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya