IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Indeks Harga Saham Gabungan bergerak positif pada awal perdagangan, didukung peluncuran skema short selling yang resmi diberlakukan hari ini.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kenaikan pada awal perdagangan hari ini, bergerak di zona positif meski sempat terkoreksi pada sesi pembukaan. Pada pukul 09.02 WIB, IHSG berada di level 6.081,09, menguat 9,95 poin atau 0,16% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.071,14. Pergerakan ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh level terendah harian di 6.062,81, sebelum kembali pulih dan mencapai puncak harian di 6.085,17 sebelum stabil di kisaran tersebut. Penguatan ini terjadi di tengah lonjakan aktivitas pasar, dengan volume transaksi mencapai 47,47 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp545,4 miliar dalam dua menit pertama, meningkat signifikan dari posisi pukul 09.00 WIB yang hanya 35,76 juta lot dan Rp335,62 miliar.
Peluncuran skema short selling oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu sentimen utama yang memengaruhi pergerakan pasar hari ini. Kebijakan ini mulai berlaku secara resmi pada 1 Oktober 2026, memungkinkan investor untuk melakukan penjualan saham yang belum dimiliki dengan harapan membelinya kembali dengan harga lebih rendah di masa depan. Untuk dapat mengakses layanan ini, investor harus memiliki modal awal minimal Rp50 juta, memiliki rekening reguler aktif minimal selama enam bulan, serta mendaftar terlebih dahulu melalui perusahaan sekuritas yang telah ditunjuk.
Hanya dua perusahaan sekuritas yang saat ini menyediakan layanan short selling, yaitu Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas. Saham-saham yang dapat diperdagangkan dengan skema ini dibatasi hanya pada lima emiten, yakni Astra International (ASII), Bank Central Asia (BBCA), Barito Pacific (BRPT), Bumi Resources (BUMI), dan Indofood Sukses Makmur (INDF). Keberlakuan skema ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar dan menambah variasi strategi investasi bagi pelaku pasar.
Di sisi eksternal, pasar juga mencermati perkembangan ekonomi global, termasuk penguatan sektor manufaktur di Tiongkok, inflasi PCE AS yang lebih rendah dari perkiraan, serta revisi naik pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Sementara itu, dalam negeri, investor tetap memantau rilis data PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi yang akan dirilis dalam waktu dekat. Semua faktor ini menjadi penentu arah pasar dalam waktu dekat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.885 per dolar AS pada awal Oktober, dipengaruhi ekspektasi inflasi domestik dan kekuatan greenback global.
4 Oktober 2026

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Indeks harga saham gabungan turun 0,83% ke level 6.071,14, didorong pelemahan sektor teknologi dan aksi penjualan asing, sementara emiten seperti UNTR dan MORA menunjukkan kinerja positif.
4 Oktober 2026

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Perseroan siap lakukan pembelian kembali saham senilai maksimal Rp2 triliun untuk menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan nilai pemegang saham.
4 Oktober 2026

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Bursa Efek Indonesia memantau empat emiten karena kenaikan harga saham yang tidak wajar dalam periode singkat, termasuk SRSN, RSCH, INDO, dan BSWD, demi menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Perkuat Fondasi Keuangan dengan Dana Murah dan Kredit Terkendali
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

Garuda Siap Gelar Rights Issue Jumbo untuk Penyehatan Keuangan
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

EMAS Cairkan Rp6,5 Triliun untuk Anak Usaha Dorong Operasional Tambang
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

Sarmuji Janji Benahi Industri Berbasis Tenaga Kerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

BSU 2026 Disiapkan, Cairkan Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.27 WITA

