Garuda Siap Gelar Rights Issue Jumbo untuk Penyehatan Keuangan
Garuda Indonesia berencana luncurkan rights issue hingga 124,35 miliar saham untuk perkuat posisi keuangan dan dukung transformasi operasional mulai 2026.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah menyiapkan aksi korporasi besar berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) III sebagai bagian dari strategi penyehatan keuangan perusahaan. Langkah ini menjadi kelanjutan dari proses restrukturisasi yang telah dirancang, dengan fokus utama pada penataan struktur kepemilikan dan peningkatan likuiditas. Salah satu elemen kunci dalam rencana tersebut adalah inbreng lahan milik PT Aviasi Pariwisata Indonesia (API) ke PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), yang berdampak pada perubahan proporsi kepemilikan saham di entitas tersebut.
Sebagai imbas dari inbreng lahan tersebut, kepemilikan Garuda Indonesia di GMFI mengalami dilusi, sehingga API menjadi pemegang saham mayoritas. Namun, Garuda tetap mempertahankan kendali atas GMFI. Rencana selanjutnya adalah penyerahan saham GMFI dari API ke InJourney, kemudian ke PT Danantara Asset Management (DAM) melalui mekanisme dividen dalam bentuk saham atau dividend in specie. Proses ini telah mendapat persetujuan dari RUPS API pada 26 Juni 2026 dan RUPS InJourney pada 29 Juni 2026, dengan nilai dividen non-tunai masing-masing mencapai Rp5,664 triliun.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan di BEI, Garuda Indonesia menyatakan rencana menerbitkan hingga 124.352.806.609 saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham. Harga pelaksanaan akan ditentukan kemudian dalam prospektus aksi korporasi. Sebagian besar penyetoran modal akan dilakukan oleh DAM, pemegang saham utama saat ini, melalui penyerahan saham GMFI yang telah dialihkan secara efektif. Sementara itu, bagian yang berasal dari masyarakat umum akan disetor dalam bentuk tunai.
Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan secara utama untuk memperoleh saham GMFI melalui penyertaan modal non-tunai dari DAM. Langkah ini diharapkan langsung menopang kondisi keuangan perusahaan dan mendukung kelancaran operasional. Sisa dana akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung rencana transformasi bisnis. Transformasi ini difokuskan pada stabilisasi operasional hingga 2026, lalu dilanjutkan dengan perbaikan struktural bertahap mulai 2027, mencakup peningkatan SDM, efisiensi proses, serta pengembangan kapabilitas digital.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Indeks Harga Saham Gabungan bergerak positif pada awal perdagangan, didukung peluncuran skema short selling yang resmi diberlakukan hari ini.
4 Oktober 2026

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.885 per dolar AS pada awal Oktober, dipengaruhi ekspektasi inflasi domestik dan kekuatan greenback global.
4 Oktober 2026

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Indeks harga saham gabungan turun 0,83% ke level 6.071,14, didorong pelemahan sektor teknologi dan aksi penjualan asing, sementara emiten seperti UNTR dan MORA menunjukkan kinerja positif.
4 Oktober 2026

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Perseroan siap lakukan pembelian kembali saham senilai maksimal Rp2 triliun untuk menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan nilai pemegang saham.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Perkuat Fondasi Keuangan dengan Dana Murah dan Kredit Terkendali
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

EMAS Cairkan Rp6,5 Triliun untuk Anak Usaha Dorong Operasional Tambang
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

Sarmuji Janji Benahi Industri Berbasis Tenaga Kerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

BSU 2026 Disiapkan, Cairkan Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.27 WITA

