Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Garuda Siap Gelar Rights Issue Jumbo untuk Penyehatan Keuangan

Garuda Indonesia berencana luncurkan rights issue hingga 124,35 miliar saham untuk perkuat posisi keuangan dan dukung transformasi operasional mulai 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Garuda Siap Gelar Rights Issue Jumbo untuk Penyehatan Keuangan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah menyiapkan aksi korporasi besar berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) III sebagai bagian dari strategi penyehatan keuangan perusahaan. Langkah ini menjadi kelanjutan dari proses restrukturisasi yang telah dirancang, dengan fokus utama pada penataan struktur kepemilikan dan peningkatan likuiditas. Salah satu elemen kunci dalam rencana tersebut adalah inbreng lahan milik PT Aviasi Pariwisata Indonesia (API) ke PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), yang berdampak pada perubahan proporsi kepemilikan saham di entitas tersebut.

Sebagai imbas dari inbreng lahan tersebut, kepemilikan Garuda Indonesia di GMFI mengalami dilusi, sehingga API menjadi pemegang saham mayoritas. Namun, Garuda tetap mempertahankan kendali atas GMFI. Rencana selanjutnya adalah penyerahan saham GMFI dari API ke InJourney, kemudian ke PT Danantara Asset Management (DAM) melalui mekanisme dividen dalam bentuk saham atau dividend in specie. Proses ini telah mendapat persetujuan dari RUPS API pada 26 Juni 2026 dan RUPS InJourney pada 29 Juni 2026, dengan nilai dividen non-tunai masing-masing mencapai Rp5,664 triliun.

Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan di BEI, Garuda Indonesia menyatakan rencana menerbitkan hingga 124.352.806.609 saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham. Harga pelaksanaan akan ditentukan kemudian dalam prospektus aksi korporasi. Sebagian besar penyetoran modal akan dilakukan oleh DAM, pemegang saham utama saat ini, melalui penyerahan saham GMFI yang telah dialihkan secara efektif. Sementara itu, bagian yang berasal dari masyarakat umum akan disetor dalam bentuk tunai.

Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan secara utama untuk memperoleh saham GMFI melalui penyertaan modal non-tunai dari DAM. Langkah ini diharapkan langsung menopang kondisi keuangan perusahaan dan mendukung kelancaran operasional. Sisa dana akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung rencana transformasi bisnis. Transformasi ini difokuskan pada stabilisasi operasional hingga 2026, lalu dilanjutkan dengan perbaikan struktural bertahap mulai 2027, mencakup peningkatan SDM, efisiensi proses, serta pengembangan kapabilitas digital.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya