Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar

Perseroan siap lakukan pembelian kembali saham senilai maksimal Rp2 triliun untuk menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan nilai pemegang saham.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan anggaran maksimal Rp2 triliun, sebagai bagian dari strategi korporasi dalam menjaga keseimbangan pasar modal di tengah fluktuasi yang signifikan. Aksi ini dilakukan dalam periode mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2026, sesuai aturan Bursa Efek Indonesia dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Tujuannya adalah menunjukkan kepercayaan terhadap kondisi fundamental perusahaan serta memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Pembelian kembali saham ini dilakukan menggunakan dana kas internal perseroan, tanpa melibatkan pinjaman atau pendanaan dari pasar. Jumlah saham yang dibeli tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, sementara tingkat free float setelah transaksi tetap dipertahankan di atas 15%. Hal ini menjamin likuiditas pasar tetap terjaga meski terjadi penyerapan saham oleh perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi hingga 30 Juni 2026, transaksi buyback akan menurunkan total aset dari Rp179,1 triliun menjadi Rp177,1 triliun dan ekuitas dari Rp101,8 triliun menjadi Rp99,8 triliun. Namun, laba periode berjalan tetap terjaga di level Rp0,7 triliun, dengan laba per saham meningkat dari Rp271 menjadi Rp277. Angka-angka ini menunjukkan kinerja yang tetap solid meski terjadi pengurangan aset.

Harga pembelian akan ditentukan secara wajar dan sesuai ketentuan POJK, dengan fleksibilitas bagi perseroan untuk menyesuaikan sesuai kondisi pasar. Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasuri dan dapat dijual kembali di masa depan jika diperlukan untuk pendanaan strategis. Manajemen meyakini kegiatan ini tidak akan mengganggu operasional, pengembangan usaha, maupun arus kas perusahaan.

Perseroan yakin bahwa kebijakan pembelian kembali saham ini tidak akan menimbulkan dampak negatif material, sejalan dengan ketersediaan modal dan arus kas yang cukup. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar dan menjadi langkah strategis dalam pengelolaan modal jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya