United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Perseroan siap lakukan pembelian kembali saham senilai maksimal Rp2 triliun untuk menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan nilai pemegang saham.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan anggaran maksimal Rp2 triliun, sebagai bagian dari strategi korporasi dalam menjaga keseimbangan pasar modal di tengah fluktuasi yang signifikan. Aksi ini dilakukan dalam periode mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2026, sesuai aturan Bursa Efek Indonesia dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Tujuannya adalah menunjukkan kepercayaan terhadap kondisi fundamental perusahaan serta memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Pembelian kembali saham ini dilakukan menggunakan dana kas internal perseroan, tanpa melibatkan pinjaman atau pendanaan dari pasar. Jumlah saham yang dibeli tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, sementara tingkat free float setelah transaksi tetap dipertahankan di atas 15%. Hal ini menjamin likuiditas pasar tetap terjaga meski terjadi penyerapan saham oleh perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi hingga 30 Juni 2026, transaksi buyback akan menurunkan total aset dari Rp179,1 triliun menjadi Rp177,1 triliun dan ekuitas dari Rp101,8 triliun menjadi Rp99,8 triliun. Namun, laba periode berjalan tetap terjaga di level Rp0,7 triliun, dengan laba per saham meningkat dari Rp271 menjadi Rp277. Angka-angka ini menunjukkan kinerja yang tetap solid meski terjadi pengurangan aset.
Harga pembelian akan ditentukan secara wajar dan sesuai ketentuan POJK, dengan fleksibilitas bagi perseroan untuk menyesuaikan sesuai kondisi pasar. Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasuri dan dapat dijual kembali di masa depan jika diperlukan untuk pendanaan strategis. Manajemen meyakini kegiatan ini tidak akan mengganggu operasional, pengembangan usaha, maupun arus kas perusahaan.
Perseroan yakin bahwa kebijakan pembelian kembali saham ini tidak akan menimbulkan dampak negatif material, sejalan dengan ketersediaan modal dan arus kas yang cukup. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar dan menjadi langkah strategis dalam pengelolaan modal jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Indeks Harga Saham Gabungan bergerak positif pada awal perdagangan, didukung peluncuran skema short selling yang resmi diberlakukan hari ini.
4 Oktober 2026

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.885 per dolar AS pada awal Oktober, dipengaruhi ekspektasi inflasi domestik dan kekuatan greenback global.
4 Oktober 2026

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Indeks harga saham gabungan turun 0,83% ke level 6.071,14, didorong pelemahan sektor teknologi dan aksi penjualan asing, sementara emiten seperti UNTR dan MORA menunjukkan kinerja positif.
4 Oktober 2026

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Bursa Efek Indonesia memantau empat emiten karena kenaikan harga saham yang tidak wajar dalam periode singkat, termasuk SRSN, RSCH, INDO, dan BSWD, demi menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Perkuat Fondasi Keuangan dengan Dana Murah dan Kredit Terkendali
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

Garuda Siap Gelar Rights Issue Jumbo untuk Penyehatan Keuangan
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

EMAS Cairkan Rp6,5 Triliun untuk Anak Usaha Dorong Operasional Tambang
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

Sarmuji Janji Benahi Industri Berbasis Tenaga Kerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

BSU 2026 Disiapkan, Cairkan Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.27 WITA

