Trump: Hancurkan Iran demi Perdamaian Global
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa menghancurkan Iran merupakan langkah yang mungkin dilakukan untuk menciptakan perdamaian dunia, menolak tawaran negosiasi dari Teheran.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan bahwa aksi militer untuk menghancurkan Iran bukanlah hal yang mustahil, melainkan opsi strategis yang tetap terbuka. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan TIME Magazine, yang menggambarkan sikap tegas Washington terhadap kebijakan Iran di kawasan Timur Tengah. Trump menekankan bahwa keberadaan Iran menjadi penghambat utama tercapainya stabilitas global.
Ia menyatakan bahwa tanpa eksistensi Iran, dunia akan lebih aman dan damai. "Memusnahkan Iran adalah kunci untuk menciptakan perdamaian dunia," tegas Trump, menegaskan keyakinannya bahwa konflik regional yang melibatkan Iran tidak akan berakhir selama negara itu tetap berada dalam posisi kuat. Pernyataan ini merupakan kelanjutan dari sikap keras yang sering diungkapkan selama masa jabatannya.
Trump tetap membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menyelesaikan krisis dengan Iran, meskipun proses diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada keadaan dan respons Teheran terhadap tuntutan AS. Namun, hingga kini, negosiasi antara kedua negara mengalami kebuntuan, tanpa kemajuan signifikan dalam menyelesaikan ketegangan.
Salah satu isu utama yang memperparah ketegangan adalah penutupan Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital perdagangan dunia. Iran baru-baru ini mengusulkan pembukaan sementara selama tujuh hari sebagai langkah membangun kepercayaan. Namun, proposal tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak AS, yang tetap menekankan keberadaan Iran sebagai ancaman strategis.
Tujuan utama dari pernyataan Trump adalah menunjukkan komitmen AS terhadap keamanan nasional dan kepentingan global, sekaligus menekan Iran melalui retorika yang keras. Dengan menekankan bahwa perdamaian hanya bisa terwujud jika Iran dihilangkan dari peta geopolitik, ia menggambarkan pendekatan yang bersifat deterministik terhadap konflik regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Presiden Prabowo memimpin pertemuan dengan kepala dan wakil Bakom di Hambalang untuk memperkuat komunikasi publik melalui bahasa sederhana dan dialog terbuka.
4 Oktober 2026

Sarmuji Janji Benahi Industri Berbasis Tenaga Kerja
Menteri Perindustrian baru, Muhammad Sarmuji, berkomitmen memetakan dan memperbaiki sektor industri yang menyerap tenaga kerja dan menjadi pendorong ekonomi nasional.
4 Oktober 2026

BSU 2026 Disiapkan, Cairkan Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja
Pemerintah menyiapkan bantuan subsidi upah sebesar Rp900 ribu untuk 13,3 juta pekerja pada kuartal IV 2026, disalurkan sekaligus dalam tiga bulan.
4 Oktober 2026

Film Spesial G30S/PKI Tayang di Bioskop Trans TV
Bioskop Trans TV menghadirkan film dokumenter sejarah G30S/PKI pada 30 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian tayangan pekanan.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Perkuat Fondasi Keuangan dengan Dana Murah dan Kredit Terkendali
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

